Penuhi Kebutuhan Pangan di Perbatasan, Satgas Pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bantu Masyarakat Tanam Padi

Jakarta,IDM – Untuk mendukung program pemerintah dalam hal ketahanan pangan di wilayah perbatasan, Dansatgas Pamtas Yonarmed 19/105 trk Bogani Letkol Arm Edi Yulian Budiargo mengatakan bahwa personel satgas pamtas Yonarmed 19/105 Trk Bogani Pos Sei Tekam membantu masyarakat menanam padi di salah satu lahan milik warga yang terletak di Dusun Sungai Tekam, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat. Minggu (11/9).
“Dalam rangka mendukung program pemerintah dalam bidang pertanian, kami membantu dalam bertani sebagai upaya untuk mendukung ketahanan pangan di wilayah perbatasan. Kami selalu berupaya untuk membantu dan mendukung kegiatan positif yang dilaksanakan bersama warga dan juga ini sebagai wujud dalam mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat yang ada di perbatasan,” ungkap Edi.
Menurut Edi, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga di wilayah perbatasan, tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata, dan terjangkau.
“Hal itulah yang menjadi tujuan utama kami dalam membantu masyarakat untuk giat dalam bercocok tanam,” jelas Edi. (nhn)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































