HANKAM

Penjelasan TNI AD Soal Tewasnya Pratu FAA Ditembak Sesama Prajurit

Ilustrasi prajurit TNI.
Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Dok. IDM)

Jakarta, IDM – TNI AD memberikan penjelasan terkait meninggalnya Pratu FAA, personel Detasemen Kesehatan Wilayah (Denkesyah) Palembang yang ditembak sesama prajurit di Panhead Cafe, Palembang, Sabtu (16/5).

Kapendam II/Sriwijaya Letkol Inf Yordania dalam keterangan resminya Minggu (17/5), mengatakan TNI AD melalui Kodam II/Sriwijaya akan menangani insiden ini secara serius, profesional, dan transparan. Ia memastikan Pangdam II/Sriwijaya memberikan perhatian penuh terhadap kejadian tersebut dan telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera melakukan langkah-langkah penyelidikan secara menyeluruh di lapangan.

Baca Juga: Hadiri PACS 2026, Pangkoopsudnas dan Pimpinan AU Negara Pasifik Bahas Isu Keamanan Regional

"Pangdam telah memerintahkan Asintel Kasdam II/Swj dan Danpomdam II/Swj untuk segera menangani di lapangan melalui penyelidikan mendalam, agar tidak terjadi kesimpangsiuran pemberitaan maupun berkembangnya opini keliru di masyarakat,” ujar Yordania.

Ia mengatakan saat ini, Denpom 2/IV Palembang masih melaksanakan serangkaian proses penyelidikan, mulai dari pemeriksaan saksi-saksi di lokasi kejadian, pendalaman rekaman CCTV, pelaksanaan autopsi jenazah, pengumpulan barang bukti, hingga koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan guna mendukung pengungkapan fakta secara objektif dan komprehensif.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa proses penyelidikan membutuhkan waktu agar seluruh rangkaian peristiwa dapat diungkap secara akurat berdasarkan fakta di lapangan. “Proses ini membutuhkan waktu, untuk perkembangan informasi selanjutnya akan disampaikan pada kesempatan pertama,” tambahnya.

Baca Juga: Puluhan Prajurit TNI Jalani Kursus Sejarah hingga Pertahanan Siber, Dankodiklat: Output Sangat Dibutuhkan

Sebagai langkah antisipasi, Pangdam II/Sriwijaya juga telah menginstruksikan seluruh Dansat jajaran Kodam II/Swj untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian internal di satuan masing-masing guna mencegah terjadinya kejadian serupa di kemudian hari.

Kodam II/Sriwijaya turut menyampaikan duka cita atas peristiwa tersebut serta mengimbau seluruh pihak untuk menunggu hasil resmi penyelidikan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar situasi tetap kondusif. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.