HANKAM

Pengertian Rudal Balistik dan Jenis-jenisnya

Antirudal balistik arrow.
Antirudal balistik arrow. (Foto: Dok. Wikimedia (US Navy Photo)

Jakarta, IDM – Peluru kendali (rudal) balistik tetap menjadi andalan dalam perang saat ini. Terbaru, pada 19 Juli 2026, Rusia melancarkan rentetan rudal balistik ke ibu kota Ukraina, Kyiv. Ini merupakan gempuran rudal balistik terbesar sejak Rusia menginvasi secara penuh Ukraina pada 2022.

Sementara dalam perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) juga menembakkan rudal balistik terhadap armada udara Amerika Serikat yang diparkir di Aqaba, Yordania, baru-baru ini.

Adapun rudal balistik didefinisikan sebagai rudal yang terbang dalam lintasan parabola. Karakteristik utamanya, rudal balistik hanya mendapat dorongan roket pada fase awal peluncurannya saja.

Baca Juga: TNI AD akan Revitalisasi Pembinaan Karakter Prajurit Disesuaikan dengan Era Digital

Setelah itu, rudal akan meluncur secara balistik, dengan memanfaatkan momentum dan gravitasi, tanpa adanya dorongan mesin lebih lanjut.

Mengutip unggahan Instagram Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas), ada tiga tahapan atau fase cara kerja rudal balistik.

Pertama, fase pendorong, yang merupakan tahap awal di mana roket pendorong aktif menyala untuk meluncurkan rudal hingga berhasil keluar dari atmosfer bumi.

Kedua, fase tengah. Pada fase ini, rudal terbang di luar angkasa (luar atmosfer) dengan lintasan bebas tanpa dorongan mesin. Ini merupakan fase perjalanan yang paling panjang.

Terakhir, fase akhir. Pada tahap akhir, wahana masuk kembali atau re-entry vehicle. Rudal akan menembus kembali atmosfer bumi dengan kecepatan tinggi dan menghantam target sasaran.

Rudal balistik memiliki beberapa komponen krusial, antara lain hulu ledak dengan muatan destruktif (bisa berupa nuklir maupun konvensional), sistem pemandu seperti GPS agar rudal berada di jalur yang tepat, sistem propulsi atau pendorong, dan wahana re-entry atau kendaraan khusus untuk melindungi hulu ledak dari suhu panas.

Baca Juga: Tantangan Perang Dasar Laut RI: Percuma Beli Scorpene tanpa Ekosistem Utuh

Jenis-jenis rudal balistik

Rudal balistik dikelompokkan menjadi empat, berdasarkan jangkauannya.

Pertama, rudal balistik jarak pendek atau SRBM dengan jangkauan kurang dari 1.000 kilometer.

Kedua, rudal balistik jarak menengah atau MRBM dengan jangkauan antara 1.000 hingga 3.000 kilometer.

Ketiga, rudal balistik jarak menengah-jauh atau IRBM dengan jangkauan 3.000 hingga 5.500 kilometer.

Terakhir, rudal balistik antarbenua atau ICBM dengan jangkauan lebib dari 5.500 kilometer.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.