Penerjunan Perdana, Langkah Awal Taruna Tingkat I AAU Kuasai Teknik Terjun Militer

Jakarta, IDM – Taruna Tingkat I Akademi Angkatan Udara (AAU) menjalani praktik penerjunan pertama dengan drop zone (DZ) di Lanud Sulaiman, Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3).
Praktik tersebut merupakan bagian dari program pendidikan Kursus Para Dasar (Susparadas) TNI Angkatan Udara (TNI AU) Angkatan ke-209 yang berlangsung di Wing Pendidikan (Wingdik) 800/Pasgat. Selain Taruna AAU, pendidikan yang sama juga diikuti oleh siswa Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP).
Baca Juga: Panglima TNI: Muncul Berbagai Bentuk Ancaman Baru dalam Peperangan Modern
Praktik penerjunan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam pendidikan Susparadas untuk membekali para siswa dengan kemampuan dasar penerjunan militer.

Melalui latihan yang sama, para siswa juga ditempa untuk memiliki mental, disiplin, serta profesionalisme sebagai prajurit matra udara.
“Pada praktik kali ini, para siswa melaksanakan materi terjun lambat melalui pintu kiri sebagai bagian dari tahapan pembentukan kemampuan dasar prajurit dalam teknik penerjunan militer,” demikian pernyataan Penerangan Akademi Angkatan Udara, dikutip dari unggahan Instagram @aauacid, Sabtu (7/3).
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Mudik Gratis Naik Kapal Perang TNI AL Mulai 16 Maret
Dalam pelaksanaannya, para Taruna AAU terjun dari pesawat C-130 Hercules milik Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pesawat dengan nomor registrasi A-1320 tersebut diawaki oleh Letkol Pnb Chandra Danang. Latihan penerjunan berhasil dilakukan dalam dua sortie penerbangan dengan total sebanyak 166 penerjun. (yas)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































