Pendeta di Papua Bantah Ada Keterlibatan TNI Terkait Penembakan Putrinya

Jakarta, IDM - Anton Wamang, seorang pendeta di Papua membantah keterlibatan TNI dalam kematian putrinya yang tertembak di wilayah Camp Wini MP.69 Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah beberapa waktu lalu.
Lewat sebuah video klarifikasi yang dibagikan Koops TNI Habema, Senin (18/5), Anton menyampaikan klarifikasi sekaligus menarik pernyataannya terdahulu yang menyebut oknum TNI sebagai pelaku penembakan terhadap putrinya.
Anton mengaku, pernyataan yang sempat disampaikan kepada awak media televisi beberapa waktu lalu, keluar dalam kondisi emosional dan penuh tekanan batin akibat kehilangan putri tercintanya. Ia menegaskan bahwa rasa duka yang begitu mendalam membuat dirinya terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis tersebut.
Baca Juga: Perkuat Alutsista Nasional, Presiden Prabowo Serahkan Pesawat Tempur Rafale kepada TNI AU
“Sebagai seorang ayah, saya sangat terpukul atas meninggalnya anak kami. Dalam keadaan sedih dan emosi, lalu ada bisikan sesat pihak-pihak tertentu, saya menyampaikan pernyataan yang ternyata belum dapat dipastikan kebenarannya kepada media, beberapa hari lalu,” ungkap Anton.
Setelah menerima penjelasan mengenai kronologi kejadian serta mengetahui bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, Anton menyatakan bahwa pelaku penembakan hingga kini belum dapat dipastikan.
Ia menegaskan bahwa kasus tersebut masih didalami oleh aparat TNI, Polri, serta pihak terkait lainnya, guna mengungkap fakta sebenarnya secara objektif dan transparan.
Baca Juga: Di Papua, TNI AD Ketuk Rumah Warga Periksa Kesehatan Gratis
“Melalui kesempatan hari ini, saya ingin meluruskan bahwa sampai sekarang pelaku penembakan belum dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan sebelumnya sekaligus berharap seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya diberitakan TNI menyampaikan kronologi tewasnya seorang anak perempuan berkisar umur 12-15 tahun yang diduga ditembak kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Guspi Waker, Kamis (7/5) lalu.
Baca Juga: Presiden Prabowo di Halim: Stabilitas Nasional Tak Bisa Dipisahkan dari Kekuatan Pertahanan
Saat kejadian, personel Satgas TNI yang melaksanakan pengamanan wilayah telah mendeteksi adanya pergerakan mencurigakan dari arah Camp David di seberang sungai.
Tak lama kemudian, terdengar dua kali letusan senjata api yang disusul rentetan tembakan ke arah posisi personel Satgas TNI di sekitar pemukiman warga. Situasi mencekam pun terjadi di tengah masyarakat sipil yang sedang beraktivitas bersama keluarga mereka.
Akibat dari serangan itu, seorang anak perempuan meninggal dunia akibat luka tembak. Korban dinyatakan meninggal dunia sebelum sampai rumah sakit. Sementara satu warga mengalami luka pada betis kiri dan saat ini masih menjalani perawatan medis. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































