HANKAM

Di Papua, TNI AD Ketuk Rumah Warga Periksa Kesehatan Gratis

Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS)
Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS) memberikan pengobatan gratis dengan sistem jemput bola. (Foto: Dok. Satgas Yonif 136/TS)

Jakarta, IDM - Prajurit TNI AD yang bertugas di Papua terus memberikan kontribusi nyata. Kali ini personel Satgas Yonif 136/Tuah Sakti (TS) memberikan pengobatan gratis dengan sistem jemput bola.

Dilansir dari keterangan Penkodam XVII/Cendrawasih, Senin (18/5), Satgas keliling kampung, mengetuk rumah warga dan menanyakan langsung kondisi warga dan memberikan pengobatan gratis.

Menurut Danpos KP 55 Yonif 136/Tuah Sakti, Letda Inf Jantonius Parulian Sitompul suasana penuh kekeluargaan ini dilakukan di Kampung Lungwineri, Puncak Jaya. Personel berjalan kaki mendatangi langsung rumah-rumah warga untuk berikan pelayanan kesehatan gratis. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kedekatan dan kepedulian terhadap masyarakat, sekaligus menghadirkan rasa aman, hangat, dan harapan baru di tengah keterbatasan wilayah pedalaman.

Baca Juga: Hadiri PACS 2026, Pangkoopsudnas dan Pimpinan AU Negara Pasifik Bahas Isu Keamanan Regional

"Satgas hadir untuk membantu, mendengarkan, dan membawa manfaat yang berkelanjutan Senyum masyarakat Papua adalah kebahagiaan kami juga," kata Jantonius.

Sementara itu di lokasi berbeda kehadiran personel Pos Nume Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 136/Tuah Sakti di SD Inpres Onendu, Distrik Nume, menghadirkan kebahagiaan dan semangat baru bagi anak-anak Papua. Di tengah tugas menjaga keamanan wilayah, para prajurit juga turut membantu mengajar dan membina generasi muda di perbatasan.

Dipimpin Dantim Pos Nume Sertu Jodi Nainggolan bersama 17 personel Satgas, kegiatan belajar mengajar berlangsung penuh kehangatan dan keceriaan. Materi yang diberikan tidak hanya pelajaran umum, tetapi juga kedisiplinan, wawasan kebangsaan, dan motivasi untuk meraih cita-cita.

Baca Juga: Penembakan Prajurit, TNI AD Tangkap 2 Orang Pelaku

Danpos Nume Satgas Yonif 136/TS Kapten Inf Akhmad Sultoni Yahya menyampaikan bahwa kehadiran Satgas di sekolah merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap pendidikan anak-anak Papua.

“Kami ingin kehadiran Satgas bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi manfaat dan semangat bagi generasi muda Papua agar terus belajar dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.