HANKAM

Pembuatan Kapal Selam Scorpene Ditargetkan Mulai Juni 2026

PT PAL bersama Naval Group
Uji produksi pemotongan baja kapal selam Scorpene Evolved di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/12). (Foto: Dok. PT PAL)

Jakarta, IDM – Pembuatan kapal selam Scorpene Evolved untuk Indonesia ditargetkan pada Juni 2026. Saat ini, PT PAL bersama Naval Group masih menjalani rangkaian tahap uji produksi sebagai bagian dari tahapan proyek sebelum pembangunan kapal selam dimulai.

Tahap uji produksi yang dilaksanakan di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/12), dikenal sebagai steel cutting qualification, yakni proses pengujian kemampuan produksi galangan sebelum proyek masuk ke tahap pembuatan kapal selam secara penuh.

Dalam tahap itu, kemampuan produksi PT PAL diuji secara menyeluruh, mulai dari pengelasan presisi, pembersihan dan pengecatan baja, hingga tahapan pra-perakitan. Nantinya, seluruh hasil pekerjaan dinilai oleh Naval Group dan menjadi syarat sebelum pembangunan kapal selam Scorpene dapat dilanjutkan.

Baca Juga: TNI AD dan Tentara India Gelar Latihan Garuda Shakti 2025

Direktur Teknologi PT PAL Indonesia Briljan Gazalba menegaskan bahwa tahapan uji ini memiliki peran mendasar dalam proses penguasaan teknologi kapal selam di dalam negeri.

“Qualification section bukan hanya pekerjaan teknis, tetapi fondasi bagi Indonesia untuk menguasai teknologi kapal selam secara mandiri. Kolaborasi erat dengan Naval Group memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan terstruktur,” ujar Briljan dalam keterangannya, dikutip Sabtu (13/12).

PT PAL bersama Naval Group
(Foto: Dok. PT PAL)

Sebelum tahap uji produksi dilakukan di Surabaya, tenaga teknis PT PAL telah mengikuti pelatihan intensif selama tiga bulan di fasilitas Naval Group di Cherbourg, Prancis. Dalam pelatihan tersebut, para pekerja pengelasan kapal selam dibekali teknik khusus oleh instruktur bersertifikasi sesuai standar pembangunan kapal selam.

Program Director Naval Group Vincent Vimont menyebut tahapan uji pemotongan baja ini sebagai momen penting dalam program kapal selam Scorpene Republik Indonesia.

Baca Juga: TNI Kirim 24 Personel Nakes untuk Satgas Mobil Kesehatan di Aceh

“Pemotongan baja pertama ini adalah momen yang ditunggu. Ini adalah awal produksi dari program kapal selam Scorpene RI, yang dibuat di Indonesia, oleh Indonesia dan untuk Indonesia,” kata Vimont.

Metode uji produksi yang diterapkan di Indonesia merupakan standar transfer kapabilitas yang sebelumnya digunakan Naval Group di Brasil. Melalui pendekatan ini, Indonesia diharapkan memiliki kemampuan industri jangka panjang untuk merancang, membangun, dan memelihara kapal selam secara mandiri.

Proyek Scorpene Evolved untuk Indonesia diharapkan berjalan sesuai jadwal sekaligus mengoptimalkan fasilitas produksi kapal selam yang dibangun melalui investasi negara. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.