Pelatihan Komcad Ditingkatkan, Ada Teknologi Siber dan Operasi di Lingkungan Perkotaan

Jakarta, IDM – Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakil KSAD) Letjen TNI Tandyo Budi R memimpin upacara pembukaan Pelatihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) Matra Darat Gelombang I Tahun Anggaran (TA) 2025 di Lapangan Wirayudha, Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Kota Bogor, Rabu (15/1/2025).
Sebanyak 287 peserta yang terdiri dari Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Pertahanan, mengikuti pelatihan ini. Program yang berlangsung selama 1,5 bulan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pertahanan nasional melalui implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata).
Baca Juga: Bakamla Gagalkan Penyelundupan Peredaran Balpres Ilegal
Pada kesempatan tersebut Tandyo yang membacakan amanat Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pelatihan Komcad akan terus ditingkatkan baik dalam teknologi siber dan operasi di lingkungan perkotaan. Hal ini lantaran Komcad memiliki peran strategis tidak hanya sebagai kekuatan cadangan, tetapi juga sebagai respons efektif terhadap berbagai ancaman, baik tradisional maupun non-tradisional.

“Ancaman yang semakin kompleks harus dikelola secara modern dan terintegrasi. Karena itu, jumlah anggota Komcad harus terus ditingkatkan dengan merekrut generasi muda dari berbagai latar belakang. Pelatihan yang beragam, termasuk dalam teknologi siber dan operasi di lingkungan perkotaan, juga perlu dilaksanakan agar kemampuan Komcad relevan dengan perkembangan zaman,” kata Tandyo dikutip keterangan resminya Dispenad, Kamis, (16/1).
Lebih lanjut kata Tandyo pelatihan Komcad juga menjadi sarana strategis untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Bagi PNS dan PPPK Kementerian Pertahanan, peran mereka sebagai pendukung dalam pengambilan kebijakan di bidang pertahanan merupakan bagian vital dari sistem pertahanan nasional.
Baca Juga: TNI AL Usulkan Letjen Marinir Ali Sadikin Jadi Pahlawan Angkatan Laut
Diharapkan para peserta pelatihan mampu menjadi teladan di masyarakat dalam menyebarkan semangat kebangsaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman terhadap kedaulatan dan keutuhan NKRI.

“Pahami dan aplikasikan setiap ilmu yang kalian dapatkan selama pelatihan. Kalian adalah bagian penting dalam pertahanan negara. Untuk itu, implementasikan setiap ilmu yang dapat berguna bagi masyarakat, dalam kehidupan kalian sehari-hari,” tutup Tandyo.
Pelatihan ini mencerminkan komitmen TNI AD dan Kementerian Pertahanan untuk terus meningkatkan kesiapan dan kapasitas pertahanan nasional guna menghadapi tantangan bangsa di masa depan. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































