HANKAM

Pegase ’22, KSAU Terima Courtesy Call Wakasau Prancis

Pegase ’22, KSAU Terima Courtesy Call Wakasau Prancis
KSAU Marsekal TNI Fadjar Prasetyo saat sedang meninjau pesawat tempur Rafale, pesawat angkut A-400M dan 330 MRTT usai menerima courtesy call Wakasau Prancis. (IDM/Muhammad Hidayat)

Jakarta,IDM - Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo dan Vice Chief of the French Air and Space Force (Wakasau Prancis) Lt. General Frédéric Parisot membahas perihal operasional dan pemeliharaan pesawat tempur Rafale, pesawat angkut A400M dan A-330 MRTT.

Pembahasaan tersebut dilakukan saat KSAU menerima kunjungan kehormatan Wakasau Prancis di sela-sela kegiatan Pegase ’22 di Terminal Selatan, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (12/9).

(Dok : IDM/Muhammad Hidayat)

Pada kesempatan yang sama, Lt. General Frédéric Parisot menyebut bahwa Pegase ’22 bertujuan untuk membangun hubungan bilateral antar kedua Angkatan Udara dan memberikan gambaran tentang kapabilitas Angkatan Udara serta industri aeronutika Prancis.

(Dok Dispenau)

Kegiatan kemudian dilanjut dengan peninjauan pesawat tempur Rafale, pesawat angkut A-400 M dan A-330 MRTT oleh kedua pejabat beserta rombongan. Fadjar pun turut mengapresiasi terselenggaranya misi Pegase ’22. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.