HANKAM

Peduli Kelestarian Lingkungan, TNI AU Gandeng BRGM untuk Tanam Mangrove di Kalimantan

TNI AU dan BRGM
Penanaman mangrove oleh TNI AU dan BRGM di Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM - TNI Angkatan Udara (TNI AU) memiliki kepedulian akan lingkungan dan perubahan garis pantai di Indonesia akibat abrasi. Hal itu juga terjadi di beberapa aset tanah TNI AU yang memiliki pesisir pantai dan berpotensi mengurangi wilayah kedaulatan Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI), abrasi atau erosi pantai merupakan proses alam berupa pengikisan tanah di daerah pesisir pantai dan disebabkan oleh ombak serta arus laut yang sifatnya merusak.

Baca Juga: Bintara Poltekad Pamerkan Urban Combat Robot di Ajang Youth International Science Fair

Merespons kondisi tersebut, TNI AU berkolaborasi dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) untuk menanam mangrove. Salah satu upaya untuk mengurangi terjadinya abrasi dan menjaga biota laut adalah melakukan rehabilitasi mangrove dengan penanaman dan peremajaan serta pemeliharaan yang berkelanjutan.

TNI AU dan BRGM
(Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dalam implementasinya, penanaman mangrove dilakukan di Lanud Dhomber, Balikpapan, Kalimantan Timur pada beberapa waktu lalu, yang diwakili oleh Asisten Potensi Dirgantara (Aspotdirga) KSAU Marsda TNI Andi Wijaya, didampingi oleh Komandan Lanud Dhomber Kolonel Pnb David Ali, bersama BRGM.

“Staf Potensi Dirgantara Angkatan Udara (Spotdirga) mengajak BRGM untuk berkolaborasi dalam penanaman mangrove. Serahkan ke ahlinya, BRGM lebih tahu ilmunya, untuk kondisi pantai seperti ini lebih tepat dengan mangrove jenis apa,” kata Marsda TNI Andi Wijaya dikutip dari keterangan foto di Instagram @militer.udara, Senin (4/3).

Baca Juga: Satgas Trisila 2024 Tiba di Lampung, Ini Deretan Alutsista yang Dikerahkan

Sementara itu, Sekretaris Utama BRGM, Ayu Dewi Utari mengungkap, mangrove yang terdapat di wilayah Kalimantan Timur telah mencapai 16.800 hektar, dari rencana 30 ribu hektar. “Instansi lain dapat mengikuti jejak TNI AU untuk berkolaborasi dengan BRGM dalam kegiatan rehabilitasi mangrove,” harap Ayu.

Untuk diketahui, ini bukanlah kolaborasi pertama di antara TNI AU dengan BRGM. Pada tahun 2023, kedua instansi telah melaukan penanaman mangrove di Natuna. Sebagai awal di Lanud Dhomber, rencananya akan ditanam sebanyak 26.400 batang mangrove jenis Avicennia dan Rhizopora untuk lahan seluas 3 hektar. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.