PBB Tunjuk KRI Frans Kaisiepo-368 Pimpin Latihan di Laut Mediterania

Jakarta, IDM - KRI Frans Kaisiepo-368 bersama fregat Angkatan Laut Yunani HS Themistokles F-465, dipercaya mewakili Maritime Task Force (MTF) UNIFIL dalam latihan bersama gabungan terpadu yang pertama kali digelar di Laut Mediterania, pekan ini.
Latihan tersebut juga melibatkan fregat Perancis FNS Languedoc D-651, kapal patroli Lebanese Armed Forces (LAF) Navy LNS Tabarja, helikopter Super Puma LAF Air Force, dan Quick Response Units, Coastal Radar Sites.
Diawali dengan Search and Rescue Exercise (Sarex) merespon distress dari kapal yang tenggelam di lepas pantai Beirut. Dengan kolaborasi yang baik, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi melalui jalur laut dan udara ke Saint George Hospital Beirut, untuk penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: 13 Unit GCI dari Thales Siap Perkuat Pertahanan Indonesia
Latihan berlanjut dengan sejumlah serial latihan di antaranya Maritime Picture Compilation, Full Spectrum Maritime Interdiction Operation, Advanced Manoeuvre, Flashing Exercise, Winching Exercise, Cross Deck Landing Exercise, Air Medical Evacuation, dan diakhiri Photo Exercise.
Seluruh serial yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik dan mampu membangun komunikasi dan koordinasi dengan seluruh komponen yang terlibat secara profesional.
Komandan Satuan Tugas MTF TNI Konga XVIII-N/ UNIFIL Letkol Laut (P) John David Nalasakti Sondakh, mengatakan latihan didesain untuk meningkatkan interoperabilitas.
Baca Juga: Keren Aksi Pangdam XIV/Hasanuddin Berlari Sambil Memanggul Barbel
"Serta kesiapsiagaan operasional dalam merespon dinamika keamanan maritim kawasan, sekaligus membangun kapasitas militer Lebanon," ujarnya dikutip dari keterangan Dispenal, Selasa (27/6).
Pada latihan tersebut, helikopter Direction Officer KRI Frans Kaisiepo-368 mendapat pengalaman unik untuk mengendalikan helikopter NH90 Prancis, demikian pula helikopter Panther HS 1306 Indonesia berkesempatan landing di geladak heli fregat Prancis.
“Kesuksesan latihan ini wujud keberhasilan diplomasi militer Indonesia di kancah global. Hal ini juga menjadi capaian penting implementasi mandat PBB berdasarkan UNSCR 1701, khususnya pilar capacity building," kata John. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































