Pasukan Garuda Jalankan Misi Perdamaian PBB di Kongo Saat Bulan Ramadan

Jakarta, IDM - Pasukan Garuda menjalankan misi perdamaian PBB di Kongo dan tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda Kompi Zeni (Satgas Konga) Monusco XX-S di bawah pimpinan Letkol Czi Bambang Santoso Dansatgas Kizi Monusco XX-S, Kamis (29/4). Mereka merasa menjalankan ibadah puasa Ramadan di tahun ini berbeda, karena harus jauh dari keluarga dan sedang dalam misi tugas operasi.
"Bukan suatu hal yang mudah bagi prajurit untuk menjalankan ibadah puasa di negara orang, namun dalam tugas operasi bagi prajurit yang ada hanya semangat atau semangat sekali dan senang atau senang sekali,” ujar Dansatgas Monusco.

Menjalankan bulan Ramadan di tengah misi dan situasi yang penuh konflik memang tidak mudah, apalagi perbedaan waktu antara negara Kongo dan Indonesia berselisih 5 jam lebih awal dari waktu Indonesia. Suhu di negara Kongo saat siang hari mencapai 40 derajat celcius.
Di sisi lain, Prajurit TNI sedang bekerja membangun infrastruktur seperti membuat jalan, membangun bandara dan fasilitas Camp Pasukan PBB pada siang hari, dan para prajurit membawa handuk basah untuk membasuh kepala mereka agar tidak terjadi dehidrasi. Bulan Ramadan tidak menjadi penghalang bagi prajurit TNI untuk tetap semangat menjalankan ibadah puasa, di antaranya adalah sholat tarawih berjamaah dan tadarus rutin dilaksanakan setiap hari di Bumi Nusantara Camp yang termasuk Base Camp Pasukan Garuda di Mavivi, DRC Africa.
Sementara itu, hal unik yang dilakukan para pasukan perdamaian Indonesia menjelang berbuka puasa atau ngabuburit dalam mempersiapkan menu makanan berbuka puasa, dengan menu spesial rasa Indonesia yaitu kolak, bakwan dan es buah, atau video call dengan keluarga, membaca Al-Qur'an saat istirahat kerja, serta olahraga ringan.
Prajurit TNI Serda Iqbal Farizi membagikan pengalaman pertamanya bahwa Ia jauh dari keluarga dan merasa bahwa tugas ini membuat kita menjadi seperti keluarga.
"Biasanya saya kalau Ramadan di Indonesia pasti berbuka dengan keluarga, untuk pertama kalinya saya tugas jauh dari Indonesia, tapi disini kami bersama menjadi suatu keluarga, di manapun dan kapanpun ya Prajurit harus siap,” ujar Serda Farizi yang dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (30/4).
Intinya, para prajurit yang tergabung dalam Satgas Monusco selalu menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, profesional, serta, tetap melaksanakan ibadah saat melakukan misi perdamaian di daerah misi yang tidak dapat menjamin keamanannya. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































