Pasukan Garuda Catat 10 Milisi Serahkan Diri di Kongo

Jakarta, IDM - Pasukan Garuda tergabung dalam Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX - D Rapidly Deployable Battalion (RDB)/MONUSCO telah mencatat ada 10 orang milisi kelompok RM Blaize yang melakukan penyerahan diri dengan sejumlah senjata api di Walungu, Kongo, Minggu (15/5).
Berawal dari informasi tim Disarmament Demobilization Reintegration (DDR) terkait rencana penyerahan diri kelompok RM Blaize, maka Satgas telah membentuk tim Long Range Patrol (LRP) yang dipimpin oleh Kasipers Mayor Mar Yanuar Felix Batubara beserta jajarannya menuju ke desa Nyalubemba.

Setelah itu, tim LRP melakukan prosedur pengamanan awal dan melaksanakan kegiatan DDR yang merupakan penyerahan diri dari milisi RM Blaize bersamaan dengan senjata dan perlengkapannya. Selanjutnya, tim LRP menuju Combat Operation Base (COB) di Walungu. Kegiatan tersebut merupakan penyerahan senjata dari kelompok milisi kepada Komandan Satgas TNI Konga untuk diserahkan kepada Staf MONUSCO, yakni DDR.
Dalam penyerahan tersebut, kelompok RM Blaize menyerahkan 6 senjata api yang jenisnya AK-47, 6 buah Magazines AK-47, 2 unit HT Baofeng dan 61 butir amunisi Kal 7,62 mm.
Sementara itu, Dansatgas Kolonel Inf Muhammad Faizal Nasution mengimbau kepada seluruh milisi yang akan kembali di tengah masyarakat dapat memberikan informasi dengan baik dan sebenarnya tentang proses penyerahan diri kepada Satgas BGC TNI Konga XXXIX-D Monusco. (BFM)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































