HANKAM

Pastikan Peradilan Militer Korupsi Basarnas Digelar Terbuka, Panglima TNI: Tidak Ada yang Ditutupi

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan peradilan militer kasus suap dua pejabat Basarnas, yaitu eks Kepala Basarnas Marsekal Madya Henri Alfiandi dan eks Koorsmin Basarnas Letkol Afri, akan digelar terbuka.

Yudo juga menyampaikan, proses hukum masih terus berjalan bersama dengan KPK dan PPATK dan dilakukan secara transparan.

"Penyidikan di militer sampai penuntutan peradilan itu tidak ada yang ditutup-tutupi. Peradilan militer digelar secara terbuka. Silakan (datang) nanti untuk mengikuti perkembangannya," kata Yudo dikutip dari keterangan Puspen TNI, Kamis (14/9).

Baca Juga: Disematkan Baret Ungu, 539 Prajurit Muda Resmi Jadi Marinir

Ia pun membantah persepi di masyarakat yang beranggapan bahwa kasus militer diselesaikan secara militer, seolah-olah dilindungi, tertutup, dan tidak boleh ada orang lain yang mengetahui perkembangan kasusnya.

"Enggak, sekarang tidak ada seperti itu, penyidikan pun silakan dimonitor dan ditanyakan," tegas Yudo.

Pada kesempatan yang sama, Danpuspom TNI Marsekal Muda Agung Handoko menjelaskan kasus ini masih dalam tahap penelusuran aset.

Baca Juga: 10 Teknisi Muda Lanud Sultan Hasanuddin Rampungkan Latihan Kerja Aircraft Fuel System Pesawat Sukhoi 27/30

"Sampai sekarang masih koordinasi ketat dengan KPK dan PPATK untuk penelusuran aset yang bersangkutan," ucapnya.

Sebelumnya, KPK membongkar dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Basarnas melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Selasa, (25/8) lalu. Dari giat penindakan ini, KPK mengumumkan lima orang sebagai tersangka.

Henri dan Afri sebagai tersangka penerima suap sedangkan tiga orang lainnya selaku pemberi, yaitu Komisaris Utama PT Multi Grafika Cipta Sejati, Mulsunadi Gunawan (MG), Dirut PT Intertekno Grafika Sejati Marilya dan Dirut PT Kindah Abadi Utama Roni Aidil. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.