HANKAM

Pascadilantik, KSAD Jenderal Tandyo dan Kepala BNPB Tinjau Lokasi Karhutla

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita saat Rakor Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah. (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM – Pascadilantik Presiden Prabowo Subianto, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi langsung meninjau titik kebakaran (fire spot) di Jalan Trans-Kalimantan, Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat kondisi lapangan dan memperkuat koordinasi penanganan.

Dilansir dari keterangan Dispenad, Selasa (20/10), usai meninjau, kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Karhutla di Kalimantan Tengah. Pada kesempatan itu, Tandyo memastikan kesiapan TNI AD mengerahkan seluruh potensi yang dimiliki untuk mendukung penanggulangan karhutla di berbagai wilayah Indonesia. Dukungan tersebut mencakup personel, helikopter, pompa, serta sarana dan prasarana lain sesuai kebutuhan di lapangan.

Tandyo Budi Revita dan Kristomei Sianturi
(Foto: Dok. Dispenad)

"Potensi kami (TNI AD) banyak. Potensi yang kami miliki ini tentunya untuk menangani titik-titik yang sesegera mungkin harus dipadamkan, sesuai langkah-langkah yang disampaikan Kepala BNPB. Kalau butuh berapa helikopter, berapa pompa, kami siap, termasuk kebutuhan personel kami dukung,” kata Tandyo.

Baca Juga: Panglima TNI Bicara Modernisasi Alutsista hingga Dinamika Tantangan Global

Ia menekankan bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. TNI AD siap mendukung pemerintah dalam upaya pencegahan maupun pemadaman, termasuk melalui pengerahan personel dan kemampuan satuan kewilayahan yang tersebar hingga ke daerah.

TNI AD dan BNPB
(Foto: Dok. Dispenad)

Pencegahan menjadi langkah penting untuk menekan risiko meluasnya kebakaran. Pemantauan wilayah, edukasi kepada masyarakat, serta koordinasi cepat antara aparat di lapangan dan pemerintah daerah perlu diperkuat agar titik api dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

Baca Juga: KSAD Periode 1998-1999 Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo Meninggal Dunia

Dalam rakor tersebut, Kepala BNPB memaparkan langkah penanganan karhutla di sejumlah wilayah, sementara Kepala BMKG menjelaskan faktor cuaca, termasuk pengaruh El Niño yang berpotensi memperpanjang musim kemarau dan meningkatkan kerawanan kebakaran di sejumlah daerah.

Melalui sinergi pemerintah pusat dan daerah, TNI-Polri, serta seluruh pemangku kepentingan, TNI AD berkomitmen mendukung langkah penanggulangan karhutla secara responsif dan terkoordinasi guna melindungi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.