HANKAM

Pascaserangan KSP Papua Pangkostrad Kunjungi Satgas Yonif Raider 303

Pangkostrad
Pangkostrad mengunjungi Satgas Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati di Wilayah Puncak Ilaga, Sabtu (4/3). (Foto: Penkostrad)

Jakarta, IDM - Pascaserangan Kelompok Separatis Papua (KSP), Panglima Kostrad Letnan Jendral TNI Maruli Simanjuntak, bersama Komandan Korem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Satgas Yonif Raider 303/Setia Sampai Mati di Wilayah Puncak Ilaga, Sabtu (4/3).

Dalam keterangan tertulis Penerangan Satgas, hari kedua kunjungan kerjanya di wilayah Papua, salah satu Satgas yang dikunjungi yakni Yonif R 303/SSM berada di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak. Ketika tiba di Ilaga Kabupaten Puncak, Pangkostrad beserta rombongan disambut langsung oleh Bupati dan juga Jajaran Aparat Keamanan diwilayah Ilaga. Dalam kunjunganya Pangkostrad didampingi Danrem beserta rombongan disambut hangat oleh masyarakat kabupaten Puncak.

Kegiatan diawali dengan pemberian Noken dan juga tutup kepala sebagai suatu tanda kehormatan dari masyarakat Kampung Kelanoin Distrik Ilaga Puncak.

Baca Juga: KSAD Ganti Dua Jabatan Strategis di Angkatan Darat, Ini Nama-namanya

Kemudian Panglima Kostrad secara simbolis menyerahkan bantuan lampu solar cell untuk membantu masyarakat guna penerangan di wilayah Ilaga.

Selain itu Pangkostrad juga memberikan paket sembako kepada masyarakat dalam rangka menyambut hari ulang tahun Kostrad yang ke 62 Tahun.

Sebanyak 100 unit solar cell diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan dikampung Kelanoin Distrik Ilaga Kabupaten Puncak Papua. Dimana kondisi saat ini masyarakat belum sepenuhnya memiliki Listrik dan penerangan di Rumah maupun honainya.

“Program nanunggal air merupakan program Kepala Staf Angkatan Darat, secara bertahap selain menjaga stabilitas keamanan, kami terus hadir di tengah masyarakat termasuk dalam membantu program pembangunan di daerah, kami berikan lampu solar cell, kemudian rencana kedepan pompa hidram, yang dimana merupakan salah satu tugas kami dalam membantu mendukung pembangunan Wilayah Papua, ” ungkap Pangkostrad.

Usai menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat, Pangkostrad bersama Danrem berkeliling meninjau lokasi pemasangan solar sell kepada masyarakat dan juga program manunggal air yang telah dilaksanakan.

Baca Juga: Turun Langsung, Kodam Jaya Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Plumpang

Masyarakat terlihat sangat senang dengan kehadiran TNI maupun polri. Robinus sebagai Kepala Kampung Kelanoin Kabupaten Puncak mengucapkan terima kasih kepada TNI atas lampu yang telah diberikan dikampungnya.

“Terima kasih bapak TNI, dulu kami tidak ada lampu namun sekarang sudah ada dihonai kami. Terima kasih ,Tuhan memberkati, ” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan berkeliling mengunjungi pos – pos Satgas 303 di wilayah Ilaga Kabupaten Puncak.

Turut hadir dalam kegiatan, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Sri Widodo, Bupati Puncak Wiliem Wandik serta pejabat TNI-Polri setempat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.