HANKAM

Turun Langsung, Kodam Jaya Dirikan Dapur Umum untuk Korban Kebakaran Plumpang

dapur umum
Kodam Jaya kerahkan 1 peleton pasukan bangun dapur umum untuk korban kebakaran Plumpang. (Foto: Penerangan Kodam Jaya)

Jakarta, IDM - Guna meringankan beban dan bentuk simpati terhadap masyarakat korban kebakaran, sebagai akibat dari meledaknya Depo Pertamina Plumpang, Kodam Jaya dirikan tenda dapur umum dan penampungan logistik, bertempat di Koramil 01/ Koja, Jakarta Utara, Sabtu (4/3).

Dalam keterangan resminya Kabekangdam Jaya Kolonel Cba Arief Budianto mengatakan sesuai Instruksi Pangdam Jaya Mayjen TNI Untung Budiharto pihaknya menggelar 3 unit tenda lapangan yang didirikan di halaman Koramil 01/Koja Kodim 0502/Jakarta Utara.

prajurit
(Foto: Penerangan Kodam Jaya)

"Ini sebagai Posko Gabungan penanganan korban terdampak kebakaran yang disebabkan meledaknya Depo Pertamina Plumpang Jumat 3 Maret 2023 kemarin, " kata Arief.

Baca Juga: KSAD Ganti Dua Jabatan Strategis di Angkatan Darat, Ini Nama-namanya

Sebelumnya, Kodam Jaya juga memerintahkan sebanyak 1 Peleton Prajurit Batalyon Arhanud 6/BAY dipimpin langsung Wakil Komandan Batalyon Mayor Arh Dony Fitriyanto Supriyatna turun langsung dalam proses evakuasi korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.