Para Peserta Latma Gema Bhakti Lakukan Pendalaman Diskusi Intelijen

Jakarta, IDM - Para prajurit TNI AD, AL, AU, Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) TNI, dan USINDOPACOM yang tergabung dalam latihan bersama (latma) Gema Bhakti, melaksanakan pendalaman diskusi intelijen di Jakarta, Selasa (13/9).
Dikutip dari keterangan Puspen TNI, Rabu (14/9), para peserta latihan tersebut saling berdiskusi mengenai persiapan operasional intelijen, di antaranya faktor geografis, medan, cuaca, ancaman serta bahaya, dan identifikasi kerangka masalah awal.
Sebelumnya, Gema Bhakti adalah latihan bersama antara USINDOPACOM dan TNI dengan metode staff exercise yang dirancang meningkatkan perencanaan serta proses staf tingkat operasional bersama untuk tanggap krisis.
Latihan yang melibatkan 110 personel TNI dan USINDOPACOM ini melaksanakan skenario latihan seperti melibatkan negara fiktif yang mengalami ketidakstabilan di wilayah perbatasan dan operasi maritim.
Para prajurit dalam latihan tersebut akan bekerja sama melakukan perencanaan tingkat operasional untuk merespons krisis serta memanfaatkan aktor dari masyarakat sipil dan komunitas kemanusiaan dengan menggunakan Prosedur Operasi Standar Pasukan Multinasional. (at)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































