Panglima TNI Yudo Terima Penyerahan Jabatan Pangkogabwilhan I

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memimpin upacara sekaligus menerima penyerahan Jabatan Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) dari Laksamana Madya TNI Muhammad Ali. Upacara itu dilakukan di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (28/12).
Mengutip keterangan dari Pusat Penerangan TNI, penyerahan jabatan dilakukan seiring ditunjuknya Ali sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) menggantikan Laksamana TNI Yudo Margono. Langkah tersebut dilakukan lantaran posisi Pangkogabwilhan I belum diisi oleh pejabat penggantinya.
Penyerahan jabatan Pangkogabwilhan I tersebut ditandai dengan penyerahan Pataka Kogabwilhan I (Tri Dharma Yudha Sakti), penyerahan tongkat komando dan penanggalan tanda Jabatan dan penandatanganan Berita Acara. Kegiatan dilanjutkan dengan laporan resmi Ali sebagai Pangkogabwilhan I kepada Panglima TNI.
Baca: Ini Profil KSAL yang Baru dilantik Presiden Jokowi
Laksdya TNI Muhammad Ali resmi dilantik menjadi KSAL oleh Presiden RI, Joko Widodo di Istana Kepresiden, Jakarta, Rabu (28/12). Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto menjadi salah satu saksi dalam agenda tersebut. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































