Panglima TNI: Warga Sipil Berpeluang Ikut Misi Kemanusiaan ke Gaza

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membuka peluang keterlibatan warga sipil dalam upaya membantu warga Gaza, Palestina. Mereka akan tergabung dalam Brigade Komposit, pasukan perdamaian Indonesia yang rencananya akan dikirim ke Gaza.
Agus mengungkap hal itu berkaitan dengan upaya pembangunan sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, tempat ibadah hingga wadah rehabilitasi.
Baca Juga: Danyonif 411 Kostrad Gelar Lomba Lari Rintangan untuk Perkuat Jiwa Korsa Antar Prajurit
"Untuk rehabilitasi butuh personel yang punya kemampuan psikologi untuk trauma healing. Mungkin bisa juga dari sipilnya," kata Agus di Jakarta, Jumat (14/6).
Kendati demikian, Agus masih melihat perkembangan. Ia memastikan pelibatan sipil akan tetap melalui Kementerian Luar Negeri. "Kemenlu yang akan mengatur ya," tegasnya.
Baca Juga: Panglima TNI Terima Kunjungan INDOPACOM Commander, Bahas Sejumlah Isu Militer
"Sebenarnya kan nanti di sana mungkin bisa berkembang, tidak hanya pelayanan kesehatan," sambung Agus.
Mengutip kompas, Agus mengatakan keterlibatan sipil dapat masuk ke dalam Batalyon Support yang menjadi bagian Brigade Komposit bersama Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni dan Batalyon Perbekalan. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































