HANKAM

Panglima TNI Tinjau Persiapan Venue KTT G20 di Bali

Panglima TNI Tinjau Persiapan Venue KTT G20 di Bali
(Dok PuspenTNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa beserta jajarannya menuju Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta ke Bali menggunakan pesawat TNI AU guna meninjau kesiapan lokasi Mangrove Tahura dan Garuda Wisnu Kencana (GWK) sebagai Venue KTT G20.

Andika tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (6/5) dan disambut oleh Pangkogabwilhan II, Pangdam IX/Udayana, Kasdam IX/Udayana, Kabinda Bali, Kajati Bali, Wakapolda Bali, Danrem 163/WSA, Danlanud I Gusti Ngurah Rai dan Danlanal Denpasar.

(Dok PuspenTNI)

Kemudian, Andika menuju lokasi Mangrove Tahura di wilayah Pemogan, Denpasar Selatan dan bergabung dengan Menko Marves RI Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan untuk mengecek kesiapan lokasi menjelang event internasional tersebut. Lalu, mereka menuju lokasi kedua untuk meninjau GWK yang direncanakan akan menjadi Venue utama bagi para delegasi dalam melaksanakan KTT G20.

Kehadiran Andika bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi lokasi terkait dengan masalah pengamanan dalam pelaksanaan KTT G20 yang menjadi ujung tombak dalam sektor keamanan. (BFM)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.