Panglima TNI Teken Nota Kesepahaman tentang Pelestarian Lingkungan

Jakarta, IDM - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan di Jakarta, Rabu (12/2).
Adapun kesepakatan tersebut merupakan kerja sama antara TNI, Kementerian Kehutanan (Kememhut) dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Agus berharap penandatanganan ini akan menjadi dasar perumusan langkah-langkah strategis dalam menjaga lingkungan.
"Diharapkan terjalin kerja sama yang lebih baik dan berkelanjutan dalam berbagai program strategis," kata Agus, dikutip dari keterangan resmi Puspen TNI, Kamis (13/2).
Baca Juga: Ratusan Prajurit Raider 113 Dipersiapkan Berangkat ke Papua
"Seperti rehabilitasi hutan dan lahan, pengamanan kawasan konservasi, serta edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait pentingnya menjaga lingkungan hidup,” sambungnya.
Dalam upaya melestarikan lingkungan, Puspen TNI merinci nota kesepahaman dengan Kementerian Kehutanan meliputi penyelenggaraan rehabilitasi hutan dan lahan; pengendalian kebakaran hutan dan lahan, konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Selain itu, perlindungan hutan dan penegakan hukum kehutanan; peningkatan kapasitas sumber daya manusia; pemanfaatan sarana dan prasarana; perhutanan sosial; penggunaan kawasan hutan untuk kepentingan pertahanan negara dan ketahanan nasional juga tercakup dalam perjanjian tersebut.
Baca Juga: Dampingi Presiden Prabowo, Menhan Sjafrie Teken MoU Kerja Sama Pertahanan dengan Turki
Sementara dengan Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendali Lingkungan Hidup, kesepakatan meliputi pengendalian pencemaran dan atau kerusakan lingkungan; dukungan pengamanan dan penegakan hukum pada pelaksanaan pengendalian lingkungan hidup.
Kemudian perjanjian itu juga memuat dukungan pemberdayaan wilayah pertahanan; peningkatan kapasitas sumber daya manusia; pertukaran dan pemanfaatan data atau informasi. (un)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































