HANKAM

Panglima TNI Pimpin Sertijab Kepala Staf Angkatan Darat

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono (kiri) menyerahkan tampuk kepemimpinan Kepala Staf Angkatan Darat kepada Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) di Mabesad, Jakarta, Jumat (27/10). (Foto: Dok. Dispenad)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memimpin sertijab Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) dari Jenderal TNI Dudung Abdurachman kepada Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabesad, Jakarta, Jumat (27/10).

Usai sertijab, Agus menyampaikan bahwa visi dan misi yang disasarnya yaitu mewujudkan TNI AD yang profesional, responsif, integratif, modern dan adaptif dalam menghadapi tantangan global dan nasional menuju Indonesia maju.

Sebagai pembina kekuatan TNI Angkatan Darat, Agus menegaskan akan terus meningkatkan kemampuannya untuk menghadapi berbagai tantangan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri.

Baca Juga: Rencana Pengadaan 11 Combat Boat untuk Koarmada III, Wakil KSAL: Rawan Penyelundupan lewat Pulau Kecil

TNI AD juga akan melakukan berbagai program untuk meningkatkan kemampuannya, termasuk memodernisasi alutsista, meningkatkan kemampuan personel, dan pengembangan doktrin militer. Kerja sama dengan negara-negara sahabat untuk sama-sama meningkatkan kemampuan juga akan terus dilakukan.

Pria lulusan Akmil 1991 ini juga menegaskan bahwa dirinya akan melanjutkan program-program unggulan Angkatan Darat seperti penanganan stunting, TNI Manunggal Air untuk mengatasi krisis air di tengah musim kemarau, serta program-program lain yang telah dirintis sebagai upaya mendukung program pemerintah. Dalam mewujudkannya, Agus menekankan pentingnya menjalin sinergi dengan instansi terkait.

“Program-program unggulan TNI AD yang telah berjalan selama ini, nantinya akan saya lanjutkan. Tentunya TNI Angkatan Darat tidak bisa bekerja sendiri, maka kita akan berkolaborasi dengan kementerian dan lembaga lainnya, termasuk dengan Polri,“ ujar Agus.

Baca Juga: Panglima TNI Resmikan Pangkat Bintang 3 kepada Letjen (Mar) Nur Alamsyah

Agus juga mempertegas pesan Panglima TNI agar TNI AD menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu. TNI AD berkomitmen akan netral dalam Pemilu dan tidak akan berpihak pada salah satu calon. TNI AD juga akan bekerja sama dengan pemerintah dan komponen bangsa lainnya, serta penyelenggara Pemilu untuk memastikan Pemilu berlangsung secara demokratis dan adil.

“Dalam menghadapi tahun politik, peran TNI AD adalah terus menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional. TNI AD akan terus mendukung demokrasi dan kedaulatan NKRI, dengan bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh komponen bangsa untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan nasional, dan ini adalah prioritas kita,” kata Agus.

Sementara itu, terkait penanganan konflik di Papua, Agus mengungkap bahwa hal tersebut merupakan salah satu isu keamanan yang menjadi perhatian pemerintah. TNI AD akan terus mendukung pemerintah, serta melakukan koordinasi lintas sektoral guna menyelesaikan konflik Papua menggunakan pendekatan dialog dan rekonsiliasi, sesuai perintah Panglima TNI. (nhn)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.