Panglima TNI Pastikan Tidak Relokasi Gudmurah Kodam Jaya

Jakarta, IDM - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan tidak akan merelokasi Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya TNI AD usai meledak dan terbakar pada Sabtu (30/3).
Mengutip viva.co.id pada Kamis (4/4), Agus menilai pelaksanaan gudang tersebut sejauh ini sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) sehingga hanya butuh perbaikan.
"Tidak akan direlokasi, hanya kita perbaiki karena itu sudah sesuai SOP," kata Agus.
Baca Juga: Latihan Kerja F-16 Armament and Munition System Maintenance Depohar 60 Resmi Ditutup
Agus merinci SOP yang dimaksud adalah terpenuhinya kriteria pembangunan Gudmurah seperti keberadaan bungker (logeral) dan tanggul. Ia menyebut hal itu menjadi salah faktor nihil korban jiwa dalam ledakan tersebut.
"Sudah di bungker, sehingga tidak ada permasalahan korban jiwa, SOP sudah bagus. Bungker kemudian ada tanggul," tutur Agus.
Terkait penanganan terkini pascaledakan Gudmurah Kodam Jaya, Agus menjelaskan pembersihan masih dilakukan oleh Pangdam Jaya dibantu satuan Jihandak dan POM. Ia mengatakan tim tersebut telah menyisir lokasi sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian.
Baca Juga: Bertemu Menhan Minoru, Prabowo Ingin Tambah Kadet Sekolah di Jepang
"Itu kemungkinan ada selongsong atau serpihan-serpihan yang mengenai ke kampung-kampung kita sudah membuat tim dan Alhamdulillah sudah berjalan lancar," ujar Agus.
Peristiwa kebakaran disertai ledakan terjadi gudang amunisi milik TNI Angkatan Darat di wilayah Ciangsana, Kabupaten Bogor. Dugaan sementara gesekan amunisi yang kedaluwarsa menjadi penyebab terjadinya ledakan dan kebakaran.
"Kalau sudah expired itu relatif sensitif, kena gesekan, kena gerakan, kena panas mudah meledak," kata Agus. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































