Bertemu Menhan Minoru, Prabowo Ingin Tambah Kadet Sekolah di Jepang

Jakarta, IDM - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengungkapkan rencana tambahan jumlah pengiriman kadet Indonesia untuk mengikuti pendidikan di Jepang.
Hal itu diungkapkan oleh Prabowo saat bertemu Menteri Pertahanan Jepang Kihara Minoru di Tokyo, Rabu (3/4), usai sebelumnya berkunjung ke kantor Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida.
Menurut Prabowo, Jepang menjadi salah satu tujuan pendidikan para kadet Indonesia. Ia merintis pengiriman kadet Indonesia ke National Defence Academy (NDA) of Japan pascabertemu dengan Menhan Jepan saat itu.
Baca Juga: Wamenhan Hadiri Pelepasan Bantuan Kemanusiaan ke Mesir dan Sudan
"Dulu saya bertemu Menhan Jepang dan meminta pengiriman kadet dari Indonesia. Dimulai dengan pengiriman dua orang. Setelah itu, saya meminta lagi jumlah pengiriman kadet Indonesia ke sekolah pertahanan Jepang hingga menjadi empat orang," kata Prabowo, dikutip dari keterangan Humas Kemhan RI, Kamis (4/4).
Selain itu, menurutnya para kadet yang telah dikirim bersekolah di NDA Jepang menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam kedinasan di TNI yang di mana hal ini menambah kualitas sumber daya manusia (SDM) pertahanan Indonesia.
"Saat ini saya ke Jepang, berharap ada penambahan jumlah pengiriman kadet Indonesia lebih banyak lagi di masa mendatang," sambungnya.
Baca Juga: Tugas Perdana, KAL Sembulungan II-5-40 Dikerahkan untuk Patroli Laut Jelang Lebaran
Indonesia sebelumnya mengirimkan taruna akademi TNI untuk belajar di NDA yang bermarkas di kawasan Yokosuka, Kanagawa, Jepang, atas beasiswa pendidikan dari Kementerian Pertahanan RI.
NDA merupakan lembaga pendidikan terintegrasi dan satu-satunya yang melatih Taruna AD, AL dan AU sebagai calon pemimpin masa depan Japan Self-Defense Forces (JSDF).
Program pendidikan dan latihan di NDA dirancang untuk memperluas pandangan; meningkatkan kemampuan analitis, dan mengembangkan kualitas kepemimpinan para taruna.
Baca Juga: Latihan Kerja F-16 Armament and Munition System Maintenance Depohar 60 Resmi Ditutup
Pada Maret lalu, Kishida melantik langsung tiga perwira remaja TNI usai menempuh lima tahun pendidikan di NDA Jepang, mereka adalah Letda Inf Aufa Azhar Hendartyo dari TNI AD yang berhasil merampungkan jurusan Electronical Engineering.
Kemudian ada Letda Laut (P) Mochammad Afandy Febrianto Chaidir yang mewakili TNI Angkatan Laut (AL) lulus dari jurusan Oceanography serta perwakilan TNI Angkatan Udara (AU), Letda Tek Marshall Wilanmer Sirilus Sigiro selesai menamatkan jurusan Aerospace Engineering. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































