HANKAM

Panglima TNI Minta Satgas UNIFIL di Lebanon Masuk Bunker Setelah Tiga Prajurit Gugur

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meminta prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), agar masuk ke bunker.

Perintah itu disampaikan setelah tiga prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalion Infanteri (Yonmek) XXIII-S/UNIFIL, dinyatakan gugur karena rangkaian insiden pada 29-30 Maret 2026.

Dalam video call, Agus meminta Komandan Satgas Yonmek TNI Kontingen Garuda XXIII-S/UNIFIL Kolonel (Inf) Raja Gunung Nasution agar menjaga moral para prajurit.

Baca Juga: TNI AD Kehilangan Tiga Prajurit yang Gugur di Lebanon

“Tetap laksanakan pengamanan internal, masuk ke bunker-bunker. Tidak ada kegiatan lagi keluar dan jaga moril prajurit supaya tetap semangat,” kata Agus, dikutip dari unggahan resminya di Instagram, Senin (6/4).

Merespons Panglima TNI, Dansatgas menyampaikan akan melaksanakan perintah tersebut.

Pelepasan jenazah
Pelepasan jenazah tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL. (IDM/Nirmala Maulana)

“Terima kasih atas arahannya. Kami sampaikan salam Panglima kepada seluruh prajurit,” tutur Dansatgas.

Baca Juga: 40 Pamen TNI AD di Papua Naik Pangkat, Pikul Tanggung Jawab Besar

Diketahui, tiga prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL dinyatakan gugur. Ketiganya adalah Mayor Anumerta Zulmi Aditya, Serka Anumerta M Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon.

Farizal Rhomadon gugur setelah artileri meledak di sekitar markas kontingen Indonesia yang bertugas sebagai pasukan UNIFIL di Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan, Minggu (29/3). Menurut Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) yang disiarkan Anadolu Ajansi, penembakan artileri itu dari Israel. Namun, UNIFIL masih mendalami asal artileri tersebut.

Baca Juga: Kemhan Ambil Alih Pengelolaan TMP Kalibata dan MPN Seluruh Indonesia

Sementara itu, Zulmi Aditya dan M Nur Ichwan gugur setelah kendaraan Tim Escort atau pembuka ambulans dari Kompi B Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang tergabung dalam Sector East Mobile Reserve (SEMR) meledak saat melaksanakan pengawalan konvoi combat support service unit (CSSU) di sekitar Bani Hayyan, Sektor Timur, Lebanon Selatan, Senin (30/3).

Tercatat enam prajurit TNI lain yang tergabung dalam UNIFIL mengalami luka karena rangkaian insiden di Lebanon Selatan. Terbaru, tiga prajurit TNI menjadi korban lagi setelah terjadi ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse, Sektor Timur, Lebanon Selatan, Jumat (3/4) sore waktu setempat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.