Panglima TNI Kunjungi Markas Pasukan Khusus Angkatan Darat Australia

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengunjungi markas Special Air Service Regiment (SASR) sebuah satuan pasukan khusus angkatan darat Australia di Barak Campbell, Swanbourne, Perth, Australia Barat, Rabu (8/5/2024).
Baca Juga: Terima Dubes India, Prabowo Nyatakan Kemhan Siap Tingkatkan Kerja Sama
Kehadiran Panglima TNI disambut oleh Komandan SASR Colonel Luke dan Senior Kehormatan SASR Mayor Jenderal (ret) Duncan Lewis. SASR dibentuk pada tahun 1957, keberadaannya langsung di bawah satuan Komando Operasi Khusus yang bertugas memberikan kemampuan operasi khusus untuk mendukung Angkatan Pertahanan Australia.
Baca Juga: Prajurit Taifib dan Marinir AS Berbagi Ilmu Navigasi Jarak Jauh
Pada kunjungan tersebut, Panglima TNI yang didampingi Brigjen Matt Campbell (Athan Australia untuk Indonesia), Kapuskersin TNI Marsma TNI Iman Subekti S.T., M.I.R., dan Athan RI untuk Australia Laksma TNI Yusliandi Ginting, menerima penjelasan tentang sejarah mulai terbentuknya SASR hingga kiprahnya sampai dengan saat ini. Panglima berkesempatan juga melaksanakan penghormatan kepada anggota SASR yang telah gugur di SASR's Shrine of Rememberence serta turut mencoba menembak pistol standar SASR. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































