Panglima TNI Kunjungi Mako Paspampres Cek Alutsista

Jakarta, IDM - Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal TNI Agus Subiyanto melaksanakan kunjungan kerja ke Mako Paspampres Jl Tanah Abang 2 No 6 Jakarta Pusat, Rabu (24/1/2024).
Baca Juga: Poltekad Ciptakan Drone Pengintai Mirip Burung
Setibanya di Mako Paspampres Panglima TNI disambut Komandan Paspampres Mayor Jenderal TNI Achiruddin beserta jajaran dan seluruh Prajurit Perisai Hidup langsung melakukan pemeriksaan terhadap kesiapan operasional baik Personel maupun Alutsista yang digunakan dalam mendukung kegiatan pengamanan VVIP.

Baca Juga: Pangdam: Situasi Intan Jaya Memanas Karena Isu Patung Yesus Ada Bom
Kunjungan ini menjadi momentum bagi Panglima TNI yang juga pernah menjadi Komandan Paspampres untuk berdialog langsung dengan para prajurit serta memberikan arahan terkait tugas-tugas yang diemban dan memberikan penghargaan kepada prajurit yang telah menunjukkan kinerja yang luar biasa.Dalam kunjungan kerja kali ini Panglima TNI didampingi oleh Irjen TNI dan para pejabat di jajaran Mabes TNI. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































