Panglima TNI: Ikut Judi Online Kita Hukum, Berprestasi Kita Reward

Jakarta, IDM – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto memastikan akan memberikan hukuman untuk prajurit TNI yang terlibat judi online (judol) dan yang berprestasi akan di-reward. Hal ini dikatakannya usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) tertutup dengan Komisi I DPR RI, Rabu, (12/6).
"Jadi TNI itu punya reward dan punishment. Sekarang yang marak kan judi online, ya kita hukum ada aturannya. Dan juga reward kalau dia berprestasi, kita berikan penghargaan berupa sekolah, kenaikan pangkat luar biasa," kata Panglima TNI kepada wartawan.
Baca Juga: TNI AL dan Rusia Akan Gelar Latihan Perdana Orruda 2024
Lebih lanjut katanya bahwa hukuman yang diterima oleh prajurit yang terlibat judol adalah hukum disiplin militer.
"Kalau dia ada salah, ada punishment ada hukumnya. Hukum disiplin militer," tambahnya.
Baca Juga: Asops TNI Cek Kesiapan Prajurit hingga Material Satgas Marinir Pengamanan Ambalat dan Pulau Terluar
Sebelumnya, beberapa prajurit TNI dinyatakan terlibat judol bahkan sampai berakhir dengan bunuh diri diantaranya, prajurit Marinir TNI AL berinisial ED yang diduga bunuh diri di Yahukimo akibat terlilit utang judol ratusan juta rupiah. Dan baru-baru ini, seorang prajurit Kostrad TNI AD dari Yonkes 1/YKH, Prada PS disebut gantung diduga juga berkaitan dengan judol. Korban diduga bunuh diri karena stres terlilit utang. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































