Panglima TNI Hadiri Upacara HUT Ke-75 Kemerdekaan RI di Istana Negara

Jakarta,IDM-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menghadiri upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2020).
Kegiatan upacara tersebut dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo sebagai Inspektur Upacara dengan mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur.
Pelaksanaan upacara peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2020 dilakukan secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Upacara kali ini digelar pada saat pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Upacara yang dilaksanakan secara sederhana tersebut hanya dihadiri oleh peserta yang jumlahnya terbatas dan dilaksanakan secara live streaming di seluruh Indonesia.
Hadir dalam upacara HUT Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia antara lain Wapres RI KH Ma’ruf Amin, Ketua MPR Bambang Soesatyo, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD La Nyalla Mattalitti, Menteri Agama Fachrul Razi dan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis. (wan-mai)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































