Panglima Komando Operasi Habema Pimpin Upacara Pelepasan Satgas Mobile 411 Pandawa

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Harus Berhasil Maksimal (Habema) Brigjen TNI Lucky Avianto memimpin upacara pelepasan purna tugas Satgas Pamtas RI-PNG Mobile 411/Pandawa/6/2 Kostrad di markas komando Yonif 754/ENK, Timika.
Pasukan Pandawa Kostrad ini telah selesai melaksanakan tugas selama 9 bulan di wilayah Kabupaten Nduga (bawah).
Baca Juga: Kenaikan Pangkat 4 Perwira TNI AL, 2 Kolonel Pecah Bintang
Dalam kesempatan ini, Pangkoops Habema mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas segala dharma bhakti selama 9 bulan penugasan di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan.
Pengabdian terbaik, lanjut Lucky, telah ditorehkan baik dalam segi pengamanan wilayah dan membantu kesulitan masyarakat, yang aplikasikan dalam berbagai program teritorial.
Baca Juga: Instruktur Penerbang Lanud Adisutjipto Rampungkan Praktik NTS Worskhop
"Bertugas selama 9 bulan telah dibuktikan oleh para prajurit dengan membangun interaksi yang baik dengan masyarakat melalui implementasi berbagai program yang dijalankan untuk membantu kesulitan masyarakat, menjaga keamanan dan membantu pemerintah dalam percepatan pembangunan," ucap Lucky dikutip dari keterangan rilis yang diterima Indonesia Defense.
Tugas yang dilaksanakan dengan baik ini diharapkan dapat menjadi pengalaman dan bekal untuk tugas-tugas di masa datang. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































