Kenaikan Pangkat 4 Perwira TNI AL, 2 Kolonel Pecah Bintang

Jakarta, IDM - Sebanyak empat perwira tinggi (pati) TNI AL melaksanakan laporan kenaikan pangkat kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (27/3).
Dikutip dari keterangan Dispenal, Kamis (28/3), empat perwira tinggi tersebut terdiri dari dua pangkat bintang satu yang naik menjadi bintang dua dan dua kolonel pecah bintang satu.
Baca Juga: Panglima Sertijab 4 Jabatan Strategis di TNI, Ini Daftarnya
Perwira bintang satu yang menjadi bintang dua antara lain Asisten Komunikasi Elektronika (Askomlek) KSAL Laksamana Muda Tri Harsono dan Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Wawasan Nusantara Lemhannas Mayjen (Mar) Y. Rudy Sulistyanto.

Sementara itu, dua kolonel yang mendapatkan kenaikan pangkat menjadi bintang satu, yaitu Pati Staf Ahli KSAL Bidang Iptek Laksamana Pertama Maulana dan Kepala Pengadilan Militer Tinggi (Kadilmilti) I Medan Mahkamah Agung Laksamana Pertama Hari Aji Sugianto.
Baca Juga: KSAL Pimpin Sertijab Komandan Seskoal Laksma Fauzi
"Selamat atas kenaikan pangkat yang diterima oleh para Laksamana dan diharapkan dapat menjaga komitmen dan tekad yang kuat melalui kerja keras yang dilandasi dengan moral, integritas, dan profesional yang tinggi," ucap Ali. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































