Panglima Kodam III/Siliwangi Kunjungi Poltekad Kodiklatad

Jakarta, IDM - Panglima Kodam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo melaksanakan kunjugan kerja ke Poltekad Kodiklatad di Lapangan Poltekad Kodiklatad, Rabu, 27 Juli 2022.
Dalam kunjungan Pangdam III/Siliwangi disambut langsung oleh Komandan Poltekad Kodiklatad Brigjen TNI Dr. Nugraha Gumilar.

Komandan Poltekad Kodiklatad Brigjen TNI Dr. Nugraha Gumilar dalam sambutannya mengucapkan selamat datang kepada Panglima Kodam III/Siliwangi beserta rombongan atas kunjungan.
Dalam hal lain Nugraha Gumilar juga menyampaikan terkait tentang pola pendidikan yang dilaksanakan di Poltekad serta output lulusan dan produk yang telah diteliti di Poltekad Kodiklatad.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo memberikan pengarahan kepada personel dan bintara mahasiswa, dalam pengarahan disampaikan bahwa teknologi dan inovasi harus terus dikembangkan untuk mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Kegiatan dilanjutkan dengan meninjau produk yang telah diteliti dan dibuat di Poltekad Kodiklatad serta menyaksikan demonstrasi pertempuran teknologi. (gin)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































