Pangkoopsud II Kunjungi Dua Satuan di Lanud Sultan Hasanuddin

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara (Pangkoopsau) II, Marsda TNI Minggit Tribowo melaksanakan kunjungan kerja di dua satuan yang berada di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (18/4). Dua satuan tersebut yaitu Skadron Teknik (Skatek) 044 dan Wing Udara 5.
Dilansir keterangan resmi Dispen AU, Senin, (18/4) di Skatek 044, Tribowo meninjau dan melihat langsung alutsista pesawat yang sedang dalam perawatan oleh para prajurit Skatek 044.
Selanjutnya di gedung simulator Wing Udara 5, Tribowo juga meninjau proses pemasangan dan penyempurnaan simulator Sukhoi Su-30, dia bahkan ikut mencoba simulator yang sudah terpasang.
Seperti diketahui Lanud Sultan Hasanuddin merupakan salah satu pangkalan udara militer milik TNI Angkatan Udara. Lanud Sultan Hasanuddin bertugas menyiapkan dan melaksanakan pembinaan dan pengoperasian seluruh satuan dalam jajarannya.
Selain itu, Lanud Sultan Hasanuddin diperkuat dengan Skadron Udara 11 yang merupakan home base pesawat tempur Sukhoi, Skadron udara 5 dengan pesawat intai Boeing 737, dan Skadron udara 33 dengan pesawat angkut berat Hercules. (ADT)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































