HANKAM

Pangkoopsud I Tinjau Kesiapan Air Weapon Range (AWR) di Salatri

Pangkoopsud I Tinjau Kesiapan Air Weapon Range (AWR) di Salatri
Dok : Pen Koopsud 1

Jakarta, IDM - Panglima Komando Operasi Udara I (Pangkoopsud I) Marsekal Muda TNI Tedi Rizalihadi, meninjau kesiapan Air Weapon Range (AWR) Salatri Lanud (Ats) Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor dan Satrad 216 Cibalimbing, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat, Selasa (12/4/22).

Pada kesempatan tersebut Tedi menjelaskan maksud kedatangannya untuk melihat kesiapan pembangunan AWR Salatri serta melihat latihan simulasi surface attack Helikopter H225M Caracal. Selain itu, kedatangan Tedi juga mensupervisi kesiapan AWR Salatri yang akan dibangun menjadi lebih ideal oleh KSAU.

Dok : Pen Koopsud 1

Usai peninjauan ke AWR Salatri dan meninjau kesiapan Satrad 216 Cbl, ia juga berpesan agar selalu menjaga kekompakan karena dari kekompakan tersebut semua permasalahan dan dinamika dalam kedinasan akan terselesaikan dengan baik.

Disisi lain, Pangkoopsud I juga menekankan agar selalu peduli dan rutin dalam merawat Alutsista yang dimiliki dan mempersiapkan diri untuk Alutsista yang lebih modern.

“Kembangkan diri kalian semua untuk mempersiapakan kedatangan radar baru. Demi memperkuat pertahanan udara NKRI,” tutup Tedi. (ADT)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.