Pangkogabwilhan II Marsdya TNI Novyan Samyoga Tutup Usia

Jakarta,IDM - Duka mendalam menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Udara (TNI AU). Salah satu putra terbaiknya Marsdya TNI Novyan Samyoga yang menjabat sebagai Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan II) meninggal dunia karena sakit, di rumah sakit TNI AD Gatot Subroto, Jakarta, Senin malam (3/10).
Mengutip keterangan Dispenau, Novyan merupakan perwira tinggi TNI AU yang baru sekitar dua bulan menjabat sebagai Pangkogabwilhan II sejak 29 Agustus 2022. Putra kelahiran Jakarta ini adalah alumnus Akademi Angkatan Udara (AAU) 1989 dan lulusan Teknik Aeronautika ITB Bandung tahun 1994.
Sepanjang karier militernya, Novyan Samyoga pernah menduduki sejumlah jabatan strategi TNI. Sebelum menjabat sebagai Pangkogabwilhan II, penerbang tempur ini menjabat posisi Kas Koopsudnas (2022) dan Pangkohanudnas (2021).
Pada periode 2020-2021, ia menjabat sebagai Panglima Komando Operasi TNI AU (Pangkoopsau) III dan Wakil Komandan Jenderal Akademi TNI dengan pangkat Marsda TNI pada 2019.
Marsdya Novyan juga pernah mengemban amanat sebagai Kepala Dinas Penerangan TNI AU pada tahun 2018-2019, Komandan Lanud Adisutjipto pada 2016-2018, dan Panglima Komando Sektor Pertahahan Udara Nasional pada 2015-2016. (yas)
Hankam

Dilengkapi dengan Konsol OMC, C-130 Hercules A-1319 Semai 53,1 Ton NaCl di Sumsel
TNI Angkatan Udara memodifikasi pesawat C-130 Hercules A-1319 dengan konsol Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menanggulangi karhutla, dan telah berhasil menyemai 53,1 ton NaCl dalam 12 sortie di Sumatra Selatan.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































