HANKAM

Pangkoarmada RI Tinjau Lokasi Bencana di Siau, Pastikan Bantuan Cepat Tanggap

Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata
Pangkoarmada RI Laksamana Madya Denih Hendrata melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir dan longsor di Kepulauan Siau, Selasa (13/1). (Foto: Dok. Dispen Koarmada RI)

Jakarta, IDM - Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI, Laksamana Madya Denih Hendrata, turun langsung meninjau wilayah terdampak banjir dan longsor di Kepulauan Siau, Sulawesi Utara, Selasa (13/1), menggunakan KRI Wahidin Sudirohusodo-991 sebagai kapal rumah sakit untuk mendukung bantuan cepat tanggap.

Selama meninjau titik pascabencana, Denih memastikan kesiapan satuan kapal perang, personel, serta mekanisme penyaluran bantuan kemanusiaan. Ia juga memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, sehingga bantuan dapat diberikan cepat, tepat sasaran, dan efektif.

“Kehadiran Koarmada RI di wilayah operasi bertujuan memastikan koordinasi yang efektif, bantuan tepat sasaran, serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam upaya percepatan pemulihan kondisi masyarakat,” ujar Denih dalam keterangannya, dikutip Rabu (14/1).

Baca Juga: Dankodiklatad Tegaskan Perlawanan Wilayah Jadi Pilar Utama Pertahanan Semesta

Ia menyebutkan, TNI AL selalu siap bergerak cepat dalam mendukung penanggulangan bencana, baik melalui dukungan satuan kapal perang, personel, maupun bantuan kemanusiaan.

“Kami ingin memastikan upaya bantuan dan mitigasi bencana berjalan optimal, sekaligus menegaskan peran TNI AL sebagai unsur strategis dalam stabilitas sosial, keamanan, dan kemanusiaan di wilayah operasi,” tuturnya.

Sejak Senin (5/1) Kepulauan Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, dilanda banjir bandang dan longsor akibat hujan deras yang memicu meluapnya sungai dan material longsor. Hingga Selasa (13/1), total korban jiwa yang ditemukan dan teridentifikasi mencapai 17 orang, sementara dua korban masih dinyatakan hilang, termasuk seorang balita bernama Leonel Pianaung.

Baca Juga: Dansat TNI AD Diminta Perhatikan Kebersihan dan Kesehatan Prajurit yang Ikut Pendidikan

Bencana ini juga memaksa ratusan warga mengungsi, dengan puluhan rumah dan infrastruktur rusak. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak 5-18 Januari, untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan pemulihan wilayah terdampak.

Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan pencarian darat dan laut, menyisir lokasi terdampak, pesisir, dan perairan sekitar Pulau Siau untuk memastikan korban yang hilang ditemukan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.