HANKAM

Pangkoarmada II Terima Courtesy Call Athal Australia untuk Indonesia

Pangkoarmada II Terima Courtesy Call Athal Australia untuk Indonesia
Dispen Koarmada II

Surabaya, IDM - Laksma TNI Rachmad Jayadi mewakili Pangkoarmada II Laksda TNI T.S.N.B Hutabarat, menerima kunjungan Atase Pertahanan Laut (Athal) Australia untuk Indonesia, Captain (Navy) Rodney Griffiths beserta Staf bertempat di ruang tamu VIP Gedung Nala Markas Koarmada II, Senin (13/6).

Tujuan Kunjungan Athal Australia tersebut dalam rangka mendukung latihan bersama kedua Negara antara Angkatan Laut Indonesia dan Angkatan Laut Australia.

Dispen Koarmada II

Dalam sambutannya, Laksda TNI T.S.N.B Hutabarat yang diwakilkan oleh Laksma TNI Rachmad Jayadi berharap dengan kunjungan tersebut dapat lebih mempererat persahabatan dan kerja sama antar kedua negara yang selama ini telah terjalin sangat baik.

Sebaliknya dari pihak Athal Australia mengungkapkan akan terus mendukung kegiatan latihan-latihan bersama yang melibatkan negara Australia dan Indonesia serta berharap kegiatan yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan dengan lancar dan memberikan kontribusi positif bagi Angkatan Laut kedua negara. (GIN)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.