HANKAM

Pangkoarmada II Kumpulkan Para Komandan KRI di Surabaya, Ada Apa?

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo memberikan pengarahan kepada para komandan KRI jajaran Koarmada II, Surabaya, Jumat (7/6). (Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Jakarta, IDM – Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo membuka forum komandan kapal perang (KRI) jajaran Koarmada II untuk menyamakan persepsi dalam menghadapi tantangan tugas, Surabaya, Jumat (7/6).

Forum tersebut bertujuan agar para komandan KRI jajaran Koarmada II dapat berdiskusi dengan Pangkoarmada II untuk memunculkan ide-ide kreatif dalam membangun dan memajukan satuan pada masa yang akan datang.

Ariantyo berharap para komandan KRI mampu menjawab tantangan tugas ke depan dengan meningkatkan kesiapan material dan profesionalisme prajuritnya serta mampu memberikan hasil yang optimal.

Baca Juga: Rotasi Jabatan, KSAU Pimpin Sertijab Kadiskonsau dan Kapusbekmatau

"Saya menekankan kepada seluruh komandan untuk memiliki komunikasi yang baik dengan para prajurit sehingga dapat menampung setiap pendapat agar tugas dan tanggung jawab yang diberikan dapat berjalan sukses," ujar Ariantyo, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada II, Sabtu (8/6).

Pangkoarmada II Laksamana Muda Ariantyo Condrowibowo
(Foto: Dok. Dispen Koarmada II)

Adapun Koarmada II sebagai salah satu komando utama (Kotama) di bawah jajaran Koarmada RI ini memiliki sejumlah kapal perang di bawah satuan pelaksana.

Satuan pelaksana tersebut mencakup Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmada II, terdiri dari armada kapal perang amfibi (LPD) kelas Banjarmasin, kelas Makassar, kapal pendarat tank (LST) kelas Teluk Bintuni, kelas Teluk Gilimanuk hingga kapal bantu rumah sakit KRI dr. Soeharso.

Baca Juga: Panglima TNI Cek Kesiapan Pasukan yang Akan Diberangkatkan ke Palestina

Kemudian, Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada II yang memiliki sejumlah armada, di antaranya KRI Sampari-628, KRI Layang-635 hingga KRI Tombak-629. Lalu, Satuan Kapal Selam (Satkalsel) Koarmada II dengan KRI Cakra-401, KRI Nagapasa-403, KRI Ardadedali-404, dan KRI Alugoro 405.

Selain itu, ada Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmada II hingga Satuan Kapal Ranjau (Satran) Koarmada II yang di antaranya memiliki armada KRI Pulau Fani-731, KRI Pulau Fanildo-732, KRI Pulau Raas-722, KRI Pulau Rupat-712, KRI Pulau Rengat-711 hingga KRI Kakap-811. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.