Pangkoarmada I Pimpin Serah Terima Empat Jabatan Strategis

Jakarta, IDM - Pangkoarmada I Laksamana Muda TNI Arsyad Abdullah, memimpin acara pengambilan sumpah, penandatanganan pakta integritas dalam serah terima empat jabatan strategis di Koarmada I, Jakarta, Rabu (10/8).
Adapun, keempat jabatan tersebut KS Koarmada I dari Laksamana Pertama TNI Eko Jokowiyono, kepada Laksamana Pertama TNI Achmad Wibisono.
Kemudian, serah terima jabatan Aspotmar Pangkoarmada I Kolonel Laut (P) Filda Malari. Lalu, Dansatfib Koarmada I Kolonel Laut (P) Ronald Makana David Rarun, dan Kasetum Koarmada I Letkol Laut (P) Rapin Atmoko Wibowo.

Arsyad menyampaikan ucapan terima kasih kepada pejabat yang lama atas kerja sama diberikan selama menjabat di lingkungan Koarmada I.
"Selamat menempati jabatan yang baru semoga lebih sukses dalam penugasan berikutnya," ucap Arsyad, seperti dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Kamis (11/8).
"Kepada pejabat baru, selamat datang dan selamat bergabung segera menyesuaikan dengan lingkungan Koarmada I," sambungnya.
Serah terima jabatan pelantikan di lingkungan TNI AL adalah regenerasi kepemimpinan dan penghargaan yang diberikan oleh pimpinan TNI AL kepada perwira yang dipercaya untuk mengembang suatu jabatan, agar muncul ide-ide dan pemikiran baru demi kemajuan suatu organisasi. (at)
Hankam

Ini Cara Kerja Radar Pertahanan Tentukan Posisi Sasaran
Sistem radar pertahanan udara mengandalkan tiga parameter utama—jarak (range), arah (azimuth), dan ketinggian (altitude)—untuk mendeteksi serta melacak posisi sasaran secara akurat dalam ruang tiga dimensi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































