HANKAM

Pangdam Cenderawasih Turun Langsung Amankan Penanganan Konflik Suku di Jayawijaya

Pangdam Cenderawasih
Pangdam Cenderawasih turun langsung amankan penanganan konflik Suku di Jayawijaya. (Foto: Dok. Kodam XVII/Cenderawasih).

Jakarta, IDM - Pemerintah pusat bersama aparat keamanan menunjukkan keseriusannya dalam menangani dampak konflik sosial di Papua Pegunungan.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mendampingi Wakil Menteri Dalam Negeri RI Ribka Haluk meninjau langsung lokasi pengungsian warga terdampak konflik antara kelompok masyarakat Suku Yali dan Suku Lani di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya.

Diketahui, terjadi aksi saling serang antarsuku dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Jayawijaya.

Selain memastikan kondisi pengungsi, Pangdam dan Wamendagri juga memberikan dukungan moril kepada warga yang masih merasakan trauma akibat konflik sosial tersebut.

Baca Juga: Pasukan Kopaska Meluncur dari Tabung Torpedo Kapal Selam di Selat Madura

Di sejumlah titik pengungsian, Pangdam XVII/Cenderawasih bersama Wamendagri menyapa langsung masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.

Febriel menegaskan TNI bersama pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus membantu proses penanganan masyarakat terdampak agar situasi dapat segera pulih.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait untuk memastikan keamanan tetap terjaga serta masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Pangdam.

Sementara itu, Ribka menuturkan pemerintah hadir untuk memberikan perlindungan dan perhatian penuh kepada masyarakat Papua Pegunungan, khususnya warga yang terdampak konflik sosial.

Baca Juga: Skadron Udara 12 Lanud Roesmin Nurjadin Siapkan 12 Pilot Rafale hingga Akhir 2026

“Pemerintah tidak tinggal diam. Kami hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan, bantuan, dan penanganan yang cepat serta tepat,” kata Ribka Haluk.

Menurutnya, penyelesaian konflik tidak hanya dilakukan melalui pendekatan keamanan, tetapi juga melalui dialog dan pendekatan kemanusiaan dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah mempercepat proses rekonsiliasi di tengah masyarakat guna mencegah konflik berkepanjangan.

Aparat keamanan juga terus melakukan pemantauan situasi di lapangan untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.

Baca Juga: Instruksi Presiden Prabowo, TNI AU Bakal Miliki Lanud Baru di Manokwari Selatan

Konflik antara kelompok masyarakat di Distrik Wouma sebelumnya memicu gelombang pengungsian warga ke sejumlah lokasi yang dianggap lebih aman.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena berdampak pada aktivitas sosial, pendidikan, dan perekonomian masyarakat setempat.

Febriel berharap situasi keamanan di Jayawijaya segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan harmonis. (Ykb)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.