OPM Sebar Isu Provokatif Ajak Aksi Proklamasi Kemerdekaan West Papua 1 Juli 2024

Jakarta, IDM – Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih Letkol Inf Candra Kurniawan mengatakan jelang Pemilukada tahun 2024 di Papua, Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus menyebarkan isu provokatif di kalangan masyarakat.
"Ada ajakan dari OPM untuk mengikuti aksi proklamasi kemerdekaan West Papua 1 Juli 2024. Isu-isu dan ajakan-ajakan OPM itu saat ini beredar melalui selebaran-selebaran, bahkan di media sosial (Medsos)," kata Kapendam dalam keterangannya seperti dikutip dari instagram @pen_korem174_atw, Minggu, (30/6).
Baca juga: Penampakan Ratusan Senjata Milik OPM yang Disita Koops Habema
Menurut Kapendam, isu ini terus digerus dengan tujuan menggangu jalannya pembangunan, termasuk merusak deklarasi Pemilukada Damai yang makin masif disuarakan oleh semua lapisan masyarakat di tanah Papua.
Ia berharap masyarakat tetap tenang dan terus beraktivitas dan tidak terpengaruh oleh ajakan aksi provokatif dari OPM karena pada dasarnya OPM menginginkan situasi tidak kondusif.
"Pembangunan tidak jalan yang akhirnya masyarakat menderita menjadi korbannya," tutup Kapendam. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































