OPM Curi Dua Pucuk Senjata Api dari TNI

Jakarta, IDM – Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto membenarkan Organisasi Papua Merdeka (OPM) mencuri dua senjata milik TNI. Momen ini terjadi saat aksi penembakan yang dilakukan oleh kelompok ini terhadap rangkaian patroli aparat teritorial di dekat Rest Area MP 50, PT Freeport Indonesia, Distrik Tembagura, Kabupaten Mimika beberapa waktu lalu.
"Selain mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka, insiden penyerangan tersebut juga berdampak pada kerusakan di sejumlah bagian kendaraan patroli, serta hilangnya dua pucuk senjata milik personel Kodim. Saat ini masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengevaluasi kejadian tersebut," kata Purwanto dikutip keterangan resminya, Jumat (13/2).
Baca Juga: Lanud Sultan Hasanuddin Uji Kesiapan Personel dalam Latihan Kesiagaan I TA 2026
Lebih lanjut Purwanto mengatakan aksi pencurian senjata disertai penembakan tersebut terjadi saat pihak Koramil 1710-04/Tembagapura melaksanakan patroli rutin.
“Penembakan dilakukan secara mendadak dengan menghadang rangkaian patroli. Akibat kejadian tersebut, satu prajurit TNI gugur dalam tugas atas nama Sertu Arifin Cepa (Anggota Koramil 1710-04/Tembagapura), dan satu personel lainnya mengalami luka di bagian wajah, yaitu Serka Hendrikus (Anggota Koramil 1710-04/Tembagapura). Sedangkan dua orang karyawan mengalami luka di bagian kepala,” jelas Purwanto.
Baca Juga: Kapendam Cenderawasih: TNI Tidak Gentar Hadapi Aksi Penembakan OPM
Ia menambahkan bahwa korban luka saat ini dalam kondisi aman dan telah mendapatkan penanganan medis secara intensif. Sementara itu, prajurit yang gugur telah dimakamkan di Timika dengan prosesi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas dedikasi dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
"Kodam XVII/Cenderawasih tetap berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di Papua, serta memberikan perlindungan kepada masyarakat dan objek vital nasional. Kami mengutuk keras aksi teror tersebut. TNI akan terus hadir untuk menjamin keamanan masyarakat dan tidak akan gentar menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan dan keselamatan warga,” tutup Purwanto. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































