HANKAM

Nostalgia Singkat, Menhan Prabowo dan Makarim Wibisono

Nostalgia Singkat, Menhan Prabowo dan Makarim Wibisono
Menhan Prabowo Subianto saat bertemu dengan Prof Makarim Wibisono, PhD

Bogor, IDM - Menteri Pertahanan (Menhan) RI Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada civitas akademika Universitas Pertahanan (Unhan) di SICC, Sentul, Jumat, (29/10). Kegiatan ini dihadiri sekitar 1250 orang yang terdiri dari kadet berbagai tingkatan, para dosen dan guru besar Unhan.

Dalam kesempatan tersebut tim Redaksi Indonesia Defense Magazine (IDM) menangkap sebuah momen unik saat Menhan Prabowo berjalan menuju barisan para dosen dan guru besar Unhan.

Menhan Prabowo tampak mendapati sosok yang kemudian ia sebut sebagai seniornya yakni Prof Makarim Wibisono PhD. “Ini adalah senior saya” ungkap Menhan Prabowo dengan penuh hormat dan bangga.

Sosok Makarim Wibisono tidaklah asing bagi Indonesia. Diplomat ulung Indonesia ini pernah menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) periode 2004-2007. Saat ini Prof Makarim Wibisono tercatat sebagai dosen pengajar di program studi Diplomasi Pertahanan Unhan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.