Naik Pangkat, 25 Pati Bertugas di Luar Struktur TNI AD

Jakarta, IDM – Setelah menerima kenaikan pangkat pada 26 September 2025 lalu, 65 Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat dipastikan akan bertugas di dua tempat berbeda.
Dilansir dari keterangan Dispenad, Selasa (30/9) dari jumlah tersebut (65 Pati), sebanyak 40 Pati menduduki jabatan di dalam struktur organisasi TNI AD, sementara 25 Pati lainnya bertugas di luar struktur TNI AD.
Baca Juga: Satgas Pamtas RI-RDTL Yonarmed 12 Kostrad Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis di Perbatasan
"Para Pati ini terdiri dari 3 perwira berpangkat Bintang Tiga (Letnan Jenderal), 23 perwira berpangkat Bintang Dua (Mayor Jenderal), dan 39 perwira berpangkat Bintang Satu (Brigadir Jenderal)," tulis keterangan Dispenad.
Pada saat upacara kenaikan pangkat, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengingatkan kepada para Pati untuk menjaga kepercayaan yang telah diamanatkan. Ia meminta harus dibarengi dengan peningkatan kinerja, profesionalisme, serta kepemimpinan yang memberi teladan bagi prajurit di satuannya.
Baca Juga: Panglima TNI Tinjau Pasukan dan Alutsista untuk Puncak Perayaan HUT ke-80 TNI di Monas
"Kenaikan pangkat ini merupakan kepercayaan dari negara yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya," kata Maruli.
Dengan bertambahnya 65 Pati TNI AD yang naik pangkat, diharapkan soliditas kepemimpinan di lingkungan TNI AD semakin kuat dalam melaksanakan tugas pokok, baik di bidang pertahanan, Operasi Militer Selain Perang, maupun dalam mendukung pembangunan nasional. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































