Momen KRI Wiratno-379 Berpapasan dengan Coast Guard Vietnam di Natuna Utara!

Jakarta, IDM – Laut Natuna Utara kembali menunjukkan dinamika penjagaan perbatasan yang intens namun tetap profesional. KRI Wiratno-379, yang tengah menjalankan misi patroli sektor di bawah kendali operasi Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I, berpapasan langsung dengan kapal penjaga pantai (coast guard) Vietnam di tengah laut, Senin (16/2).
Meskipun berada di wilayah yang sarat kepentingan strategis, pertemuan kedua kapal pemerintah ini berlangsung dalam situasi aman dan terkendali. KRI Wiratno-379 dan kapal Vietnam tersebut tetap menjalankan tugas masing-masing tanpa ada manuver provokatif.
Baca Juga: 3 Perwira TNI AL Pukau Warga Rusia, Baca Puisi Pushkin Pakai Bahasa Lokal
Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Koarmada I Letkol Laut (P) Ary Mahayasa menceritakan, interaksi di lapangan berjalan wajar sesuai prosedur internasional. Menurutnya, para prajurit di atas geladak KRI Wiratno-379 tetap menunjukkan kesiapsiagaan tinggi namun bersikap tenang saat berkomunikasi dengan kapal asing tersebut.
"KRI Wiratno-379 tetap mengedepankan profesionalisme dan kepatuhan terhadap aturan internasional di laut. Pertemuan ini menunjukkan bagaimana setiap negara secara konsisten menjaga wilayah perbatasannya masing-masing," ungkap Ary, dikutip dari keterangan Dispen Koarmada I, Kamis (19/2).
Ia menambahkan, kehadiran KRI Wiratno-379 di kawasan tersebut merupakan wujud nyata kehadiran unsur angkatan laut (naval presence) untuk menjaga kedaulatan NKRI. Selain memastikan stabilitas keamanan, patroli aktif ini mengirimkan pesan bahwa Indonesia bertanggung jawab penuh atas wilayah yurisdiksinya.
"Kami memastikan stabilitas kawasan tetap terjaga. Melalui sikap saling menghormati dan berpegang pada hukum laut internasional, patroli ini sekaligus menjadi simbol kehadiran negara di titik terdepan," ucapnya.
Laut Natuna Utara merupakan wilayah perairan yang sangat strategis bagi Indonesia. Secara geografis, wilayah ini berbatasan langsung dengan perairan beberapa negara tetangga, mulai dari Vietnam di sebelah utara hingga Malaysia di sisi barat dan timur.
Letaknya yang berada di jalur pelayaran internasional menjadikan Laut Natuna Utara sebagai area yang kerap menjadi sorotan dunia. Oleh karena itu, kehadiran unsur kapal perang TNI AL seperti KRI Wiratno-379 menjadi kunci penting dalam memelihara perdamaian sekaligus menjaga hak berdaulat Indonesia di wilayah perbatasan tersebut. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































