Momen Keakraban Anak-anak Lebanon dengan Prajurit Garuda Unifil

Jakarta, IDM - Peringatan Mother Day di desa Qabrikha Lebanon selatan beberapa waktu meninggalkan momen keakraban antara anak-anak Lebanon dengan prajurit Garuda Unifil.
Terlihat 325 anak di Qabrikha tampil akrab bermain bersama dari beberapa kegunaan yaitu menonton video wonderfull Indonesia, lomba memasukan kelereng ke botol, face painting, lomba balap kardus, kursi goyang dan pertunjukan angklung.

Kasi Cimic Satgas Yonmek XXIII-Q/UNIFIL Kapten Inf Taufan Hendryanto dalam keterangannya diterima Senin, (27/3) mengatakan peringatan Mother Day yang diperingati setiap tanggal 20 Maret ini digelar bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan kesenian tradisional Indonesia kepada Masyarakat Lebanon khususnya anak-anak yang ada di Desa Qabrikha Lebanon Selatan.
Baca Juga: Bolehkah Menyerang Kapal Rumah Sakit?
"Anak-anak sangat bergembira dan antusias ikut serta dalam permainan tradisional," katanya.
Diakhir kegiatan Anggota Cimic Satgas Yonmek XXIII-Q/UNIFIL memberikan bingkisan berupa alat tulis kepada anak anak dan masyarakat yang berada di wilayah tersebut. (rr)
Hankam

Pengerahan 20 Ribu Prajurit TNI AL ke Jakarta: Siaga Ibu Kota dan Latihan di Tanjung Burung
TNI AL mengerahkan sebanyak 20.980 prajurit ke wilayah DKI Jakarta dan daerah penyangga. Pengerahan skala besar ini berfungsi untuk mempertebal pengamanan objek vital sekaligus mempersiapkan rangkaian latihan pendaratan amfibi.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































