Menhan Sjafrie: Penguatan Pertahanan jadi Kunci Stabilitas untuk Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menegaskan pembangunan kekuatan pertahanan merupakan fondasi utama bagi percepatan pembangunan ekonomi nasional.
Hal itu diungkapkan Sjafrie usai rapat kerja tertutup bersama Komisi I DPR RI, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/11).
Sjafrie mengaku rapat tertutup kali ini banyak membahas soal strategi penggunaan serta pembangunan kekuatan TNI ke depan.
Menurut Menhan, stabilitas keamanan adalah prasyarat mutlak agar kegiatan ekonomi dapat berjalan optimal, mulai dari investasi, pembangunan infrastruktur, hingga penguatan industri dalam negeri.
Baca Juga: Prajurit Kopassus Kembali Berdatangan di Kawasan IKN, Tempati Markas Baru Grup 4
“Pertahanan negara adalah mutlak untuk menjaga kedaulatan NKRI dan menjaga stabilitas nasional untuk mendukung pembangunan ekonomi yang dilaksanakan oleh pemerintah,” ujarnya usai rapat.
Sjafrie menjelaskan kehadiran TNI yang kuat dan tersebar merata di seluruh wilayah menjadi faktor penting dalam menciptakan kepastian bagi dunia usaha.
Negara dengan tingkat keamanan tinggi cenderung lebih menarik bagi investor, terutama pada sektor-sektor strategis seperti energi, logistik, dan manufaktur.
Dengan 514 kabupaten yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, pemerintah menilai bahwa pemerataan kekuatan TNI sangat diperlukan.
Baca Juga: Bakamla Pererat Kerja Sama dengan Coast Guard Yunani, Bahas Peningkatan Kapasitas Kedua Lembaga
“Penambahan batalion TNI AD bukan hanya bertujuan menjaga keamanan masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian bagi investor dan pelaku ekonomi di daerah,” kata Sjafrie.
Dalam rapat tersebut, Menhan juga menyoroti peran vital industri strategis nasional dalam mendukung pertahanan sekaligus memperkuat perekonomian.
Industri berbasis teknologi pertahanan, seperti produksi alutsista dan sistem keamanan nasional, tidak hanya menjaga kedaulatan negara tetapi juga menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta mengurangi ketergantungan pada impor.
Industri pertahanan yang kuat dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru, terutama di era globalisasi yang menuntut kemandirian teknologi.
Baca Juga: Bengkel TNI AD Perbaiki Meriam Perang Dunia II, Langsung Gelar Uji Coba
“Industri strategis memiliki pengaruh besar terhadap kedaulatan negara, dan penguatan sektor ini memberi dampak ekonomi langsung maupun tidak langsung,” tegas Sjafrie.
Dengan penataan dan pembangunan kekuatan TNI yang berkelanjutan, pemerintah berharap tercipta sinergi antara stabilitas keamanan dan agenda pembangunan ekonomi nasional.
Menurutnya, stabilitas memungkinkan pembangunan infrastruktur berjalan lancar, distribusi logistik tak terganggu, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang selama ini sulit berkembang akibat isu keamanan.
Adapun rapat yang dipimpin Ketua Komisi I DPR Utut Adianto itu juga dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa; Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Erwin S Aldedharma; serta Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono. (Ykb)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































