HANKAM

Bengkel TNI AD Perbaiki Meriam Perang Dunia II, Langsung Gelar Uji Coba

Uji coba meriam.
Uji coba dua meriam yang selesai diperbaiki Bengpuspal Puspalad. (Foto: Dok. Penpuspalad)

Jakarta, IDM – Bengkel Pusat Peralatan Angkatan Darat (Bengpuspal Puspalad) berhasil menyelesaikan perbaikan dua meriam yang langsung diujicobakan di Pusat Pendidikan (Pusdiklat) Kopassus Batujajar dan Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif) Cipatat di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Dilansir dari keterangan Penpuspalad, Senin (24/11), di Pusdiklat Kopassus Batujajar, uji coba dilaksanakan menggunakan meriam 105 mm M101A1. Kegiatan ini berlangsung untuk memastikan kesiapan operasional, akurasi tembakan, serta keandalan sistem senjata setelah proses perbaikan.

Baca Juga: Bakamla Pererat Kerja Sama dengan Coast Guard Yunani, Bahas Peningkatan Kapasitas Kedua Lembaga

Sementara itu, di Pusdikif Cipatat dilakukan uji coba menembak meriam 57 mm S-60 tanpa Alat Kendali Tembak (AKT). Pengujian ini bertujuan mengevaluasi fungsi mekanis dan performa senjata setelah pemeliharaan tingkat lanjut.

Uji coba meriam.
(Foto: Dok. Penpuspalad)

Kedua kegiatan yang dilaksanakan empat hari ini berjalan aman dan lancar, serta menjadi tahapan akhir untuk memastikan bahwa seluruh komponen meriam kembali memenuhi standar sebelum dikembalikan ke satuan pengguna.

Baca Juga: Prajurit Kopassus Kembali Berdatangan di Kawasan IKN, Tempati Markas Baru Grup 4

Untuk diketahui, meriam 105 mm M101A1 adalah meriam standar Amerika Serikat selama Perang Dunia II. Meriam ini pernah digunakan hampir seluruh negara. Meriam ini memiliki berat 2.260 kg dengan kemampuan maksimum 11.270 meter dan diproduksi Amerika Serikat tahun 1940.

Sementara itu, meriam 57 mm adalah buatan Uni Soviet (Rusia), mulai diproduksi sejak tahun 1950, dan mulai memperkuat persenjataan TNI sejak era operasi Trikora di awal tahun 60-an. Dirunut dari klasifikasinya, S-60 masuk dalam meriam PSU (penangkas serangan udara) laras tunggal dengan jarak tembak target rendah dan menengah. Dengan panduan sistem penembakan terintegrasi, jangkauan meriam ini bisa melesat hingga 6.000 meter. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.