Menhan Sjafrie Keliling Negara untuk Sampaikan Konsep Defensif Aktif Milik Indonesia

Jakarta, IDM – Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan harus berkeliling ke negara-negara regional dan global untuk menyampaikan konsep defensif aktif.
Diketahui, Indonesia menganut konsep defensif aktif yang menjadi arah dan kebijakan nasional di bidang pertahanan.
“Apa yang kita lakukan dalam defensif aktif? Ini saya sudah berkeliling,” kata Sjafrie dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).
Baca Juga: TNI AD Komitmen Proses Hukum Oknum Prajurit yang Langgar Aturan di Masyarakat
Sjafrie mengaku telah menyampaikan konsep defensif aktif ke negara-negara tetangga, regional, dan global. Ia menyatakan bahwa konsep tersebut bukan untuk ofensif.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada negara global bahwa kita memperkuat pertahanan bukan untuk kepentingan ofensif. Sama sekali tidak,” ujar Sjafrie.
“Kami tidak memiliki ambisi ofensif, baik itu ke negara-negara tetangga, apalagi ke negara-negara regional. Tetapi kita hanya menjaga dan mengawal kedaulatan NKRI,” tutur Menhan RI melanjutkan.
Baca Juga: Rencana RI Bangun 750 Yonif TP, Menhan Sjafrie: Negara Regional Ada yang Kaget
Sebagai negara berdaulat, lanjut Sjafrie, Indonesia harus memperkuat diri. Oleh karena itu, Indonesia harus mempunyai kemampuan untuk menghadapi berbagai ancaman yang mengganggu kedaulatan nasional.
“Istilah perang berlarut ini adalah ungkapan, tetapi makna dari perang berlarut ini adalah gimana kita melakukan (memaksimalkan) kemampuan komcad (komponen cadangan) kita, dengan integrasi komduk (komponen pendukung) kita, sehingga menjadi satu keutuhan dari sistem pertahanan,” kata Sjafrie.
Sebelum ini, Sjafrie juga menjelaskan konsep defensif aktif saat mengumpulkan para petinggi TNI dan purnawirawan TNI di kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Jumat (24/4).
Dalam paparan, konsep defensif aktif memiliki tiga pengertian sederhana, yakni tidak ofensif, fokus menjaga dan mengawal kedaulatan, serta siap untuk perang berlarut. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































